Artikel
Detail Artikel

Alat Peraga Fase Bulan Bikin Ketagihan Belajar IPA

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01295
  • Views: 6071
  • Last Updated: 20/11/2012 02:15:06





Menjelaskan proses fase bulan menjadi tantangan tersendiri untuk Pak Siswanto. Beliau harus menugaskan siswa untuk melakukan pengamatan terjadinya fase bulan selama satu bulan. Namun dengan alat peraga murah (APM) fase bulan, Pak  Siswanto dapat menjelaskannya dengan lebih cepat dan mudah.

Siswa mengamati alat peraga fase bulan dalam bentuk power point

Sebagai guru yang juga mengajarkan IPA, Pak Siswanto, S.Pd beberapa kali bingung menjelaskan materi-materi  IPA ke siswa. Misalnya saja saat terjadinya gerhana matahari, momen tersebut belum tentu ada setiap tahun. “Sebelumnya saya mengajar dengan cara yang sangat konvensional sehingga kadang-kadang beberapa siswa masih terlihat bingung meskipun sudah saya jelaskan dengan gambar,” ungkap guru yang mengajar kelas IV di SDN Kutorejo III, Kertosono-Nganjuk Jatim.

Tahun 2007 beliau terpilih sebagai Pemandu Bidang Studi (PBS) IPA dan mengikuti pelatihan ToT Pembekalan Pemandu dan MTT tentang active learning. Pak Siswanto benar-benar mendapatkan pencerahan tentang model pembelajaran yang selama ini beliau cari.

“Saya sangat terbantu dengan pelatihan ini dan saya seperti mendapatkan pencerahan, terutama materi tentang pembuatan alat peraga murah (APM),” terangnya.

Pulang dari pelatihan, Pak Siswanto pelan-pelan mengubah cara mengajarnya. Termasuk diantaranya beliau giat membuat alat peraga IPA. Salah satu yang menjadi kebanggaannya adalah APM Fase Bulan yang menjelaskan tentang perubahan bulan awal (sabit) hingga bulan penuh (purnama). Dengan memanfaatkan kain hitam, bola dan senter, Pak Siswanto berhasil memberikan penjelasan kepada siswa tentang tahap-tahap terjadinya bulan awal hingga bulan penuh. Menggunakan latar belakang kain hitam, Pak Siswanto menggantungkan bola di depan kain. Kemudian bola tersebut di sorot dengan senter. Dari sana terjadi pantulan-pantulan bayangan bola yang mirip dengan fase bulan awal hingga bulan penuh.

“Siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran IPA, padahal sebelumnya siswa menganggap pelajaran IPA sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan,” kenangnya.

Pak Siswanto juga membuat beberapa inovasi pembelajaran lainnya, termasuk diantaranya memanfaatkan peralatan ICT di kelas. “Sebelum saya punya laptop, dulu saya paling rajin meminjam peralatan ICT di Pusat Sumber Belajar Gugus. Saya selalu penasaran ingin selalu menemukan hal-hal menarik di internet yang bisa saya kembangkan di kelas saya,” terangnya.

Pak Siswanto mendampingi siswa-siswinya menggunakan alat peraga fase bulan

Setelah pembelajaran, Pak Siswanto kemudian melakukan evaluasi akhir dari pembelajaran yang beliau lakukan. Secara singnifikan nilai anak meningkat 79%. Sebanyak 15 siswa mendapatkan nilai 100, 4 siswa mendapatkan nilai 80 dan hanya 5 siswa mendapatkan nilai 60. Padahal sebelumnya rata-rata siswa yang mendapatkan nilai 100 hanya 1-2 siswa saja sementara sisanya mendapatkan nilai antara 50-70. Hasil ini tentu saja menggembirakan sekolah dan Pak Siswanto. Beliau kemudian selalu berusaha dalam setiap pembelajaran selalu memanfaatkan ICT atau membuat APM agar siswa lebih mudah memahami. Tidak itu saja, siswa menjadi sangat antusias dan ketagihan saat pelajaran IPA tiba. “Saya senang kini antusiasme siswa justru memacu saya untuk lebih kreatif saat mengajar IPA,” terang Pak Siswanto.*

Video penerapan alat peraga fase bulan dapat diikuti pada wapik selanjutnya(Kontributor: WAPIK-Unesa)





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SDN Kutorejo III, Kertosono-Nganjuk Jatim
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Guru kesulitan menjelaskan materi-materi IPA yang nyata tetapi jarang terjadi, seperti gerhana bulan atau gerhana matahari
  • Untuk mengamati terjadinya fenomena alam tersebut belum tentu terjadi setahun sekali
  • Sebelumnya guru mengajar dengan cara konvensional (sekadar menjelaskan)
Tujuan praktik yang baik
:
  • Menjelaskan proses fase bulan dengan menggunakan benda nyata
  • Meningkatkan semangat dan prestasi belajar siswa
  • Menghidupkan suasana pembelajaran dengan media
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  • Guru menjelaskan secara singkat proses fase bulan dari belum tampak, sabit, hingga purnama
  • Guru mengenalkan dan mempraktikkan alat peraga fase bulan
  • Siswa mengikuti peragaan guru dengan seksama
  • Secara berkelompok, siswa mempraktikkan alat peraga fase bulan
  • Kelompok lain mengamati lewat komputer (secara bergantian dengan yang praktik media)
  • Merefleksi proses pembelajaran
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Prestasi belajar siswa meningkat
  • Antusias siswa dalam pembelajaran meningkat
  • Guru lebih bersemangat mengajar dengan alat peraga
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Pelaku : Pak Siswanto (Guru IPA kelas IV SDN Kutorejo III, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur)

Penulis: Dian Kusuma Dewi (USAID Prioritas)

Kontributor: WAPIK-Unesa





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar