Artikel
Detail Artikel

Assessment Bertanggung Jawab, Sebuah Upaya MGMP

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00977
  • Views: 991
  • Last Updated: 14/06/2012 06:33:48





Pak Djailani membangun kemitraan antara pengawas dengan guru. Ia juga mengadakan workshop untuk melakukan monitoring dan evaluasi.

(Untuk informasi lengkap cara mengaplikasikan pengajaran profesional dan pembelajaran bermakna di SMP/MTs pada kelas awal, silahkan Klik BTL_1, BTL_2BTL_3, BTL_4_MGMP)


    Salah satu standar kompetensi pengawas sekolah adalah kompetensi evaluasi pendidikan. Kompetensi evaluasi yang dimaksud di antaranya tugas pengawas membina guru dalam memanfaatkan hasil penilaian (assessment) untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah menengah yang sejenis.

    Penilaian (assessment) istilah yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa secara individu atau kelompok. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang hasil belajar siswa atau informasi tentang ketercapaian kompetensi (SK dan KD) peserta didik. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar siswa.

    Selama saya bertugas sebagai pengawas dengan membawahi 15 sekolah binaan yang yang tersebar di seluruh Kabupaten Sampang saya sering menjumpai guru-guru mengadakan ulangan harian tanpa dilengkapi dengan analisis hasil penilaian yang sesuai standar. Beranjak dari persoalan tersebut, melalui MGMP Bahasa Indonesia saya mengadakan workshop tentang hasil penilaian.

    Selama pengawasan saya harus berperan aktif dan positif dalam monitoring dan evaluasi pembelajaran untuk membangun sikap dan persepsi kemitraan terhadap guru dan pengawas. Harapan saya dapat mengubah persepsi guru-guru, bahwa pengawas sosok yang ditakuti menjadi pengawas sosok yang dirindukan. Sikap kemitraan antara pengawas dengan guru ditentukan oleh tiga hal, yaitu (1) saling memberi dan menerima informasi dan inovasi pembelajaran; (2) saling memperbaiki kesalahan dan melengakapi kekurangan tetang pembelajaran; serta (3) objektif, terbuka, sistematis, dan bertanggungjawab.

    Sikap objektif guru meliputi penyusunan program, pelaksanaan program, dan evaluasi program. Saat mengevaluasi program pembelajaran yang dilakukan guru melalui ulangan harian (UH) saya sering mendapatkan kenyataan hasilnya tidak memenuhi standar penilaian. Analisis hasil penilaian tidak melalui tahapan standar penilaian. Karena itu, pengawas harus membangun kebiasaan guru-guru dalam menyusun tahapan standar penilaian, mulai dari kisi-kisi soal, bentuk soal, instrument soal, analisis butir soal, dan analisi hasil ulangan.

    Monitoring dan mengevaluasi dalam membangun kebiasaan guru menyusun standar penilaian, itulah yang telah saya lakukan sebagai pengawas sekolah binaan terhadap guru-guru Bahasa Indonesia di Kabupaten Sampang melalui forum MGMP. Karena faktor pertimbangan efisiensi dan efektivitas, monitoring dan evaluasi dilakukan melalui workshop. Secara periodik, sistematis, dan berkesinambungan saya mengadakan workshop terhadap guru-guru bahasa Indonesia melalui forum MGMP. Dimulai dari kegiatan menyusun kisi-kisi soal, bentuk soal, instrument soal, analisis butir soal, dan analisi hasil penilaian.

    Pasca workshop, pengawas dan guru mengevaluasi hasil ulangan harian sesuai standar penilaian. Pada  bagian ini ada beberapa tahapan yang dilakukan bersama yaitu: (1) mengadakan ujicoba analisis hasil penilaian di sekolah mitra guru Bahasa Indonesia yang berbeda; (2) memberi kesempatan pada guru sekolah mitra melakukan refleksi kritis terhadap analisis hasil penilaian yang telah disusun guru sekolah lain; (3) memberikan usul, saran, atau mendiskusikan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas penyusunan analisis hasil penilaian; (4) menyamakan persepsi antar guru dengan guru, antar guru dengan kepala sekolah, dan antar guru dengan pengawas dalam menyusun analisis  hasil penilaian sesuai standar.

    Setelah diadakan workshop penyusunan analisis hasil penilaian, hasilnya adalah (1) guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat MGMP mampu menyusun analisis hasil penilaian, (2) guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat MGMP mampu menerapkan /mempraktikkan analisis hasil penilaian, (3) ulangan harian yang dilakukan guru-guru mata pelajaran bahasa Indonesia sesuai standar penilaian yaitu sahih (menjadi tolok ukur), akuntabel (dapat dipertanggungjawabkan), dan valid (berdasarkan acuan potokan). (kontributor:wapik-unesa)








Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
MGMP Bahasa Indonesia Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Jawa Timur
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kabupaten
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

- Guru belum terbiasa mengadakan Ulangan Harian secara Periodik (sesuai standar; UH dilaksanakan setelah melaksanakan   minimal satu Kompetensi Dasar KD).
- Penilaian ulangan harian (UH) cenderung sekedar gugur kewajiban, bukan untuk mengukur kompetensi siswa.
- Guru tidak menyertakan/menyusun rubrik penilaian (kisi-kisi soal, instrument soal, analisis butir soal, dan analisis   hasil belajar).
- Penilaian tidak bisa dijadikan tolok ukur (sahih), tidak berdasarkan acuan patokan (valid), dan tidak bisa   dipertanggungjawabkan (akuntabel)

Tujuan praktik yang baik
:

Meningkatkan kemampuan guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam menyusun rubrik penilaian.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

- Pengawas mengadakan monitoring dan evaluasi tentang hasil ulanngan harian yang dilakukan guru-guru Bahasa Indonesia.
- Pengawas mengajak guru-guru untuk menentukan SK atau KD yang akan dijadikan Materi ulangan harian.
- Pengawas mengadakan workshop penyusunan analisis hasil penilaian terhadap guru-guru melalui MGMP
- Pengawas mereviu hasil tulisan analisis hasil penilaian yang disusun oleh guru-guru.
- Pengawas memberikan penguatan penyusunan analisis hasil penilaian sesuai standar.

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

- Guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat MGMP mampu menyusun analisis hasil penilaian.
- Guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat MGMP mampu menerapkan/mempraktekkan analisis hasil penilaian.
- Hasil penilaian bisa sesuai standar penilaian; sahih, valid, dan akuntabel.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Achmad Djailani, M.Pd. (pengawas Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang)
Kantor: jalan Jaksa Agung Suprapto nomor 77 Sampang Jawa Timur
Rumah: perumnas graha kencana Blok FF.13 Pamekasan Jawa Timur
HP. 087850422825 email: djailaniachmad@ymail.com
(kontributor:wapik-unesa)





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: