Artikel
Detail Artikel

Belajar Fisika Menggunakan Mesin Pengiris Bawang Merah

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01104
  • Views: 2782
  • Last Updated: 26/07/2012 00:06:48





Pembelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Brebes dengan memanfaatkan mesin pengiris bawang merah ternyata lebih disukai siswa. Buktinya ketika pembelajaran dilakukan menggunakan media inihasil belajar dan aktivitas siswa meningkat.

Dalam pembelajaran Fisika dibutuhkan motivasi serta kreativitas yang tinggi agar materi yang diajarkan dapat dipahami  dengan baik oleh siswa. Untuk itu, kemampuan guru sangat perlu ditingkatkan guna mendukung motivasi dan kreativitas tersebut. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar Fisika, perlu diciptakan alat praktikum yang memadai. Alat praktikum yang kami buat adalah mesin pengiris bawang merah.

Mesin Pengiris Bawah Merah 1Mesin Pengiris Bawah Merah 2

Bagian–bagian Mesin Pengiris Bawang Merah

1. Motor listrik                         5.  Rumah pelindung puli

2. Rangka                                6.  Rumah pelindung pisau

3. Bantalan                              7.  Corong pengumpan

4. Poros                                   8.  Pengarah hasil irisan


Sistem kerja mesin: 1) Mesin pengiris bawang merah merupakan alat yang berguna untuk pengirisan  dengan memanfaatkan gerak utama berputar. Putaran itu diperlukan untuk  menggerakkan piringan  dengan menggunakan transmisi roda konis. 2) Motor merupakan sumber putaran mesin, putaran ditransmisikan dengan menggunakan puli dan sabuk untuk menggerakan poros pengiris. 3) Bahan yang akan dipotong dimasukkan melalui corong pengumpan dan sedikit ditekan dengan kayu, lubang masukan didesain miring agar bahan yang akan dipotong secara otomatis akan turun setelah dipotong.

Dalam kegiatan pembelajaran, seluruh siswa diajak masuk ke laboratorium fisika. Guru menyediakan alat peraga sesuai dengan perencanaan kemudian melakukan demonstrasi mesin pengiris bawang merah. Siswa mengikuti jalannya demonstrasi yang dilakukan oleh guru. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok, selanjutnya siswa melakukan  eksperimen secara kelompok dengan mengidentifikasi dan mengamati mesin pengiris itu. Setelah siswa melakukan eksperimen, dilanjutkan dengan diskusi kelompok. Di akhir pertemuan dilakukan diskusi kelas dan membuat suatu kesimpulan.

Pembelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Brebes dengan memanfaatkan mesin pengiris bawang merah ternyata dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Dari hasil evaluasi diperoleh ketuntasan belajar klasikal mencapai 87,18%. Hasil analisis kuesioner siswa menunjukkan peningkatan keaktifan siswa terhadap proses belajar mengajar Fisika.

Demonstrasi Mesin Pengiris Bawang MerahDemonstrasi Mesin Pengiris Bawang Merah

Gambar 1 : Guru melakukan Demonstrasi  gerak melingkar menggunakan Mesin Pengiris Bawang Merah.


Gambar 2 : Siswa melakukan praktek gerak melingkar menggunakan Mesin Pengiris Bawang Merah.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMA Negeri 3 Brebes, Jl.MT Haryono.No.78 Brebes.
Tingkat pendidikan
:
SMA/MA
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Pembelajaran di SMA Negeri 3 Brebes masih cenderung bersifat konvensional, di samping itu sebagian besar siswa menganggap bahwa Fisika merupakan mata pelajaran yang sulit, dan  siswa jarang praktik di laboratorium. Permasalahan tersebut menyebabkan hasil belajar Fisika kurang maksimal yang berdampak tidak tercapainya ketuntasan belajar siswa. Pembelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Brebes dengan memanfaatkan mesin pengiris bawang merah diharapkan lebih disukai siswa, serta meningkatkan hasil belajar dan keaktifan  siswa.

Tujuan praktik yang baik
:

Suatu upaya untuk menyinergikan  pembelajaran Fisika dengan memanfaatkan mesin pengiris bawang merah. Diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

Kegiatan ini merupakan kegiatan kelas/laboratorium Fisika  yang dilakukan di SMA Negeri 3 Brebes. Materi yang dibahas Gerak melingkar beraturan. Kegiatan yang dilakukan meliputi: 1) Guru menyediakan alat peraga sesuai dengan perencanaan kemudian melakukan demonstrasi.  2) Siswa mengikuti jalannya demonstrasi yang dilakukan oleh guru. 3) Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok, selanjutnya siswa melakukan  eksperimen secara kelompok. 4) Setelah siswa melakukan eksperimen dilanjutkan dengan diskusi kelompok. 5) Di akhir pertemuan dilakukan diskusi kelas dan membuat suatu kesimpulan.

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

Pembelajaran Fisika di SMA Negeri 3 Brebes dengan memanfaatkan mesin pengiris bawang merah ternyata dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Dari hasil evaluasi diperoleh ketuntasan belajar klasikal mencapai 87,18%. Hasil analisis kuesioner siswa, menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa terhadap proses belajar mengajar Fisika.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Sadimin, M.Eng, guru Fisika SMA Negeri 1 Wanasari Brebes Jateng.
Email: sadimin1972@gmail.com
Hp. 08132962XXX

Artikel ini pernah disampaikan dalam Diseminasi Best Practice Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2011 dan menjadi Peserta Terbaik Tingkat Nasional.





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar