Artikel
Detail Artikel

Berkreasi Seni Menggunakan Dempul Mobil

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01023
  • Views: 2743
  • Last Updated: 07/06/2012 06:08:33





Proses pembelajaran di kelas akan menjadi menarik jika guru selalu memberikan inovasi-inovasi baru dalam pembelajarannya. Ini terbukti pada pembelajaran seni rupa di SMA Negeri 2 Surabaya. Dempul mobil bisa dijadikan glass painting. Hasilnya? Tidak hanya membanggakan, namun siswa dapat membangun kerjasama yang baik. Simak cara pembuatannya.

Pendidikan masa kini menuntut guru untuk selalu berinovasi dan kreatif. Karena siswa sekarang lebih cerdas dan rasa ingin tahunya tinggi. Pembelajaran seni rupa di tingkat SMA, khususnya di SMA Negeri 2 Surabaya, diharapkan tidak hanya mengulang materi dan teknik yang pernah diajarkan di tingkat sebelumnya, yaitu di SMP/MTs. Selama ini siswa sudah terbiasa berkarya menggunakan cat air, crayon, cat minyak, cat acrylic, dan sebagainya.

Berangkat dari asumsi di atas, maka diperlukan terobosan dalam pembelajaran. Antara lain dengan menggunakan bahan dempul mobil untuk membuat glass painting. Ini disebabkan karena di Surabaya sulit untuk mencari bahan-bahan seperti bambu, rotan, tanah liat, dsb. untuk berkarya seni. Yang dimaksud glass painting adalah, karya seni menggunakan media kaca. Baik menggunakan kaca polos maupun kaca es. Karya glass painting sebenarnya bentuk imitasi dari kaca bertulang (stained glass) yang biasanya digunakan untuk rumah-rumah mewah, gedung-gedung, gereja, dsb.

   
Proses Pengerjaan


Hasil karya siswa 

A.  Alat dan Bahan :

Untuk memulai pengerjaan karya seni glass painting, memerlukan peralatan antara lain: Dempul mobil dan hardenernya, diusahakan dempul mobil berwarna hitam, talk atau bahan bedak sebagai pengental, cat kayu/besi 5 warna pokok dan thinner B spesial, gelas aqua dan sumpit, digunakan untuk mengaduk adonan, tusuk sate untuk meratakan cat, corong plastik digunakan untuk memindahkan adonan ke dalam botol cuka, botol cuka atau botol painting, kaca bening atau kaca es ukuran 5mm, desain glass painting, baik berbentuk sketsa tangan, foto copy atau print out pada kertas.

B.   Langkah Pengerjaan :

Pertama-tama, kepada siswa dijelaskan mengenai alat-bahan dan proses pengerjaan glass painting, menggunakan Power Point di kelas. Selanjutnya siswa dibagi dalam beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 siswa. Secara berkelompok siswa diminta untuk menyediakan peralatan, seperti tersebut di atas.

Siswa mulai mengerjakan praktek glass painting, dengan cara : Menempelkan desain pada balik kaca menggunakan isolasi, agar tidak lepas. Mencampur dempul mobil, hardener dan talk pada gelas aqua menggunakan sumpit, dan mengaduknya sampai rata. Memindahkan adonan ke botol cuka, menggukan corong plastik. Menuangkan adonan yang sudah dimasukkan ke dalam botol cuka, ke atas kaca yang sudah ditempel desain.

Setelah out line mengering, selanjutnya memberikan pewarnaan pada bidang-bidang gambar dengan teknik langsung dituangkan. Jadi tidak menggunakan kuas. Syaratnya cat harus encer, atau campuran thinnernya harus lebih banyak.

Pembuatan glass painting sudah selesai, untuk menyajikannya harus dipigura.

C.   Hasil dan dampak :

Pembelajaran membuat karya seni glass painting ini sudah pernah dilaksanakan di SMAN 2 Surabaya, pada tahun 2009. Sampai sekarang hasil dan dampak yang bisa dilihat antara lain:

  • Penulis yang kebetulan Ketua MGMP Seni Budaya SMA Propinsi Jawa Timur, pernah diminta UPT Pendidikan dan Pengembangan Kesenian (Dikbangkes) Sekolah Jawa Timur untuk menyampaikan pengalaman pembelajaran ini kepada guru-guru Seni SMA se Jawa Timur. Kebanyakan teman-teman guru sangat tertarik dengan materi ini, karena dianggap baru dan berbeda, serta mudah dilaksanakan di sekolah dengan biaya murah. Beberapa sekolah juga sudah pernah mencoba teknik ini.
  • Dampak kepada siswa yaitu, mereka bisa membangun kerjasama yang baik. Mulai dari menetapkan desain, pengadaan bahan, sampai kerja sama pada penyelesaian karyanya.
  • Hasil untuk sekolah yaitu, karya-karya ini bisa dipergunakan sebagai materi untuk pameran hasil karya siswa yang ditunjukkan kepada orang tua siswa. Karya seni ini juga dipergunakan sebagai penghias ruang guru, aula dan koridor sekolah. 





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMA NEGERI 2 JL. WIJAYAKUSUMA NO. 48 SURABAYA
Tingkat pendidikan
:
SMK/MAK
Lingkup pendidikan
:
sekolah
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Pembelajaran di sekolah memerlukan inovasi kreatif. Selama ini siswa berkarya seni rupa menggunakan crayon, cat air, cat acrylic atau cat minyak. Tapi berkarya seni menggunakan dempul mobil, belum pernah diajarkan sebelumnya.
  • Jika untuk pembelajaran seni rupa di kota Surabaya siswa ditugaskan membawa bambu, rotan, tanah liat, dsb., mereka kesulitan. Tetapi bila ditugaskan mencari dempul mobil, banyak tersedia di toko-toko di Surabaya.
Tujuan praktik yang baik
:
Siswa diajak untuk lebih kreatif dalam berkarya seni, menggunakan alat dan bahan apapun bisa dimanfaatkan untuk berkarya seni. Selain itu siswa diajak membuat karya seni terapan yang langsung bisa dinikmati oleh orang lain dengan biaya yang relatif murah.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Kepada siswa dijelaskan mengenai alat, bahan dan proses pengerjaan berkarya seni glass painting, yang telah disusun dalam Power Point.
  2. Secara berkelompok (5 orang) siswa diminta menyediakan peralatan membuat karya seni glass painting, antara lain:
    a.  Dempul mobil dan hardenernya.
    b.  Talk atau bahan bedak untuk pemadat.
    c.  Pewarna, cat kayu/besi, 5 warna dasar dan thinner B spesial.
    d.  Gelas aqua dan sumpit, untuk mengaduk.
    e.  Tusuk sate untuk meratakan cat.
    f.  Corong plastik (yang biasa digunakan untuk menghias kue tart), untuk memasukkan ke dalam botol cuka.
    g.  Botol cuka/painting, untuk menggambar pada kaca.
    h.  Kaca bening atau kaca es, sebagai media melukis.
    i.  Desain glass painting.
    j.  Pigura.
  1. Siswa mulai mengerjakan:
    a.  Menempelkan desain glass painting ke kaca.
    b.  Mencampur bahan untuk membuat out line, menggunakan dempul mobil dan talk.
    c.  Memindahkan adonan ke botol cuka, menggunakan corong plastik.
    d.  Menggambarkan adonan di atas kaca.
    e.  Setelah out line mengering, memberikan pewarnaan pada bidang-bidang gambar.

Selesai dan dipigura.

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  1. Menghasilkan karya seni terapan berupa glass painting. Pembelajaran ini sudah diterapkan di SMAN 2 Surabaya, sejak tahun 2009 dan menunjukkan bahwa siswa lebih kreatif dalam berkarya seni.
  2. Siswa meningkatkan keterampilan kolaborasi dengan teman lainnya.
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:
Drs. Bambang Sutego, MM.
SMA Negeri 2 Jl. Wijayakusuma No. 48 Surabaya
Email: bangtego@yahoo.com FB: www.facebook.com/bambang.sutego
HP. 08123188226, 085732900123, 031-71961400.




Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • mulya

  • sungguh kreatif, Saya mau bertanya : dempul,hardener dan bedak jika diaduk nanti akan pekat dan mengeras, bagaimana mengatasinya? Mohon penjelasannya Pak,trima kasih.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Elok Wiwin

  • Bagus banget ... bisa untuk referensi. Makasih Pak ya ...
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: