Artikel
Detail Artikel

Bimbingan dan Konseling: Home Visit Jalan, Tidak Ada Lagi Siswa Bolos Sekolah

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01141
  • Views: 2358
  • Last Updated: 29/08/2012 07:51:56





Penyelesaian masalah siswa di sekolah terkadang tidak bisa hanya diselesaikan di kelas atau ruang guru. Permasalahan haruslah diselesaikan sampai ke akarnya. Berikut pengalaman kami menangani siswa yang sering bolos sekolah.



Di sekolah swasta pinggiran seperti sekolah kami, masalah siswa bolos sekolah menjadi permasalahan yang cukup merisaukan, dua bulan pertama masuk sekolah 5 siswa alpa lebih dari 3 kali dalam seminggu dengan alasan yang tidak jelas. SMP Islam Trishakti terletak di daerah sub-urban wilayah Surabaya barat, sementara siswa-siswinya berasal dari keluarga menengah ke bawah dengan profesi wali murid yang beragam, dari buruh pabrik sampai tukang becak, dari yang memiliki rumah tinggal sampai yang tinggal di kontrakan atau kost. Latar belakang keluarga yang beragam tersebut secara tidak langsung ternyata memengaruhi aktivitas anak di sekolah, salah satu dampaknya adalah siswa bolos sekolah tanpa sepengetahuan orang tua atau walinya.

Menghadapi situasi di atas, guru bimbingan dan konseling mengambil inisiatif mekakukan kunjungan rumah atau home visit. Kegiatan home visit dilakukan setelah siswa yang bersangkutan (suka bolos) telah dikonseling di sekolah pada hari ia masuk sekolah setelah bolos tanpa alasan (maksimal dua kali bolos sekolah tanpa alasan). Ketika terjadi bolos ketiga kali, guru bimbingan konseling melakukan kunjungan ke rumah siswa yang bersangkutan pada saat ia tidak masuk sekolah. Dari tiga home visit yang dilakukan pada siswa yang berbeda didapati seorang siswa berada di rumah pada saat home visit dengan alasan membantu orang tuanya, dua siswa lain tidak ditemui di rumahnya dan orang tua siswa tidak mengetahui keberadaan anaknya.

Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik

:
SMP Islam Tri Shakti, Surabaya, Jawa Timur Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs Lingkup pendidikan
:
sekolah Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Siswa sering membolos > 3x dalam seminggu
  • Siswa merasa malas pergi ke sekolah
Tujuan praktik yang baik
:
  • Mendorong siswa aktif masuk sekolah
  • Memberikan kenyamanan bagi siswa di sekolah
  • Mendorong siswa aktif masuk sekolah

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  • Guru melakukan  tanya jawab kepada teman klien
  • Guru memanggil siswa untuk melaksanakan konseling individu
  • Guru melakukan home visit
  • Konseling emotif perilaku di rumah siswa
  • Guru menjelaskan akibat dan konsekuensi tidak masuk sekolah tanpa alasan
  • Siswa melapor/absen ke guru setiap kali akan masuk kelas
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Siswa masuk  dengan aktif
  • Siswa dekat dengan  Guru (konselor) sekolah
  • Siswa sekolah dalam kondisi tenang dan nyaman
  • Siswa belajar dalam kondisi senang
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Pelaku dan penulis: Yulis Ermawati, S.Pd. Guru SMP Islam Tri Shakti, Surabaya, Jawa Timur.
Kontak: e-mail dekyullis89@gmail.com

Kontributor: WAPIK-Unesa





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • H Musleh

  • memang seorang guru juka harus tahu keadaan muridnya dirumah, selama ini bapak dani ibu guru sering hanya mengutus selembar kertas yang buta dan tuli kerumah siswa. kadang sikertas jatuh dijalan atau diterbangkan angin dan akibatnya tak pernah ada penyele
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: