Artikel
Detail Artikel

BOSDA Berformula Memacu Pelayanan Pendidikan di Kaimana

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01323
  • Views: 1390
  • Last Updated: 06/12/2012 08:07:19





Pembiayaan pendidikan menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah Daerah juga. Alokasi BOS nasional tidak membedakan kondisi dan situasi pada setiap satuan pendidikan. Melalui BOSDA berformula yang dikembangkan oleh BEC-TF dapat mengatasi kesenjangan yang terjadi pada setiap satuan pendidikan.

Pembiayaan untuk pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, namun menjadi tanggung jawab bagi pemerintah daerah juga.  Terkait pembiayaan untuk tingkat satuan pendidikan atau sekolah terdapat alokasi BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang bersumber dari APBN dan dasar perhitungannya berdasarkan pada jumlah siswa saja.  Sedangkan BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) bersumber dari APBD dan perhitungannya didasarkan pada kebutuhan daerah. BOSDA ini kiranya bisa mengisi kesenjangan kebutuhan yang ada di sekolah dengan mempertimbangkan berbagai situasi dan kondisi yang melingkupinya seperti sekolah dengan lokasi terpencil, sekolah dengan siswa sedikit dan lainnya.

Kondisi sekolah dengan lokasi yang terpencil

Kondisi sekolah dengan lokasi yang terpencil

Menyadari pentingnya dukungan dari BOSDA itu, maka pemerintah Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, sejak tahun 2006 telah mengalokasikan dana dari APBD untuk semua satuan pendidikan di daerah ini. Dana tersebut berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP ) dan Pembebasan SPP. Lalu pada tahun 2009 dirubah namanya dari BOP dan Pembebasan SPP menjadi BOSDA.

Sejalan dengan perkembangan pengelolaan BOSDA, maka diperkenalkan konsep BOSDA berformula yang dikembangkan melalui Program BEC-TF (Basic Education Caoacity-Trust Fund). Dengan BOSDA berformula ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pada satuan pendidikan dan dapat mewujudkan kondisi yang lebih berkeadilan. Konsep BOSDA berformula ini diperkenalkan di Kabupaten Kaimana pada akhir tahun 2010. Jumlah alokasi dana BOSDA yang bersumber dari APBD Kaimana pada tahun 2011 sebesar 8,6 miliar yang dialokasikan untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK baik negeri maupun swasta termasuk satuan pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama.

Berdasarkan hasil kajian dan diskusi antara Dinas Pendidikan dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Kaimana, seperti DPRD, Setda, Bappeda dan lainnya, maka dihasilkan rumusan BOSDA berformula dengan mengakomodasi beberapa variable sebagai berikut:

 

Jenis Alokasi

Variabel

Keterangan

Alokasi Dasar

Alokasi yang sama untuk semua sekolah.

Dibedakan untuk tiap jenjang, semakin tinggi jenjang sekolah semakin tinggi alokasinya.

Alokasi Karakteristik Sekolah

Alokasi jumlah siswa

Hanya dialokasikan untuk tingkat TK dan SMA/SMK karena tidak menerima alokasi BOS nasional.

Keterpencilan (Zonasi)

ü Alokasi disesuaikan tingkat keterpencilan lokasi sekolah.

ü Jumlah alokasi dibedakan untuk tiap jenjang.

Rasio guru - siswa

ü Hanya untuk tingkat SD

ü Untuk mendorong tercapainya SPM

Rasio guru - rombel

ü Hanya untuk tingkat SD

ü Untuk mendorong tercapainya SPM

Jumlah rombel

Hanya untuk tingkat SMA-SMK

Alokasi Prestasi Sekolah

Peningkatan Nilai Ujian Nasional (UN)

ü Hanya untuk tingkat SD dan SMP

ü Peningkatan alokasi dihitung dari seluruh nilai UN tahun 2010 dengan 2009.

ü Peningkatan nilai UN dibagi dalam 4 klasifikasi.


 Kondisi sekolah dengan jumlah siswa sedikit

Kondisi sekolah dengan jumlah siswa sedikit

Dengan dana BOSDA yang cukup, setiap satuan pendidikan mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK akan berlomba–lomba untuk meningkatkan prestasi melalui proses belajar mengajar di sekolah masing–masing. Selain dapat meningkatkan prestasi siswa, BOSDA juga meningkatkan potensi guru dan kesejahteraan bagi para pendidik serta tenaga kependidikan serta mampu memotivasi para pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya. Satu hal lagi yang sangat penting dengan adanya dukungan dana BOSDA dari Pemerintah Kabupaten Kaimana, maka mulai dari TK sampai dengan SMA/ SMK tidak dipungut lagi biaya dari orangtua atau yang diistilahkan pendidikan gratis serta sekaligus dapat  meringankan beban orangtua siswa.





Tingkat pendidikan
:
SMA/MA
Lingkup pendidikan
:
sekolah
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Pembiayaan pendidikan menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah Daerah juga.
  • Alokasi BOS nasional tidak membedakan kondisi dan situasi pada setiap satuan pendidikan.
  • BOSDA dapat menyeimbangkan dengan BOS nasional pada setiap satuan pendidikan di daerah.
  • Melalui BOSDA berformula dapat mengatasi kesenjangan yang terjadi pada setiap satuan pendidikan.

Tujuan praktik yang baik
:

Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan dan dapat menjadi penyeimbang terhadap BOS nasional.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  • Dinas Pendidikan melakukan kajian dan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan mengenai BOSDA berformula.
  • Dinas beserta pemangku kepentingan menyusun dan merumuskan variabel-variabel dalam BOSDA berformula.
  • Pemerintah Kabupaten Kaimana mengalokasikan dana untuk BOSDA berformula dari APBD.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Sekolah berlomba untuk meningkatkan prestasi.
  • Memotivasi pendidikan dan tenaga kependidikan dalam proses belajar-mengajar.
  • Meringankan biaya pendidikan bagi orangtua siswa.


Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Silas Jarfi, S.Pd. (Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kaimana).
Khoirullah (Konsultan BEC-TF WB)





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: