Artikel
Detail Artikel

Buku Anekdot dan Buku Penghubung: Cara Jitu yang Patut Ditiru

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00676
  • Views: 6701
  • Last Updated: 25/04/2012 04:09:15





Pagi hari menjelang siang yang cerah, murid-murid di Lembaga PAUD Samanjo, Lubuk Sepuh, Sarolangun tampak ceria dan antusias mengikuti kelas bermain. Tak lama kemudian, anak-anak tampak berbaris rapi. Srianti,  salah seorang tenaga pendidik disana, menyanyikan lagu “Aku anak Paud” kemudian satu per satu anak-anak menyalami dan mencium tangan gurunya sambil keluar ruangan. Rupanya kelas sudah berakhir, waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Srianti, terlihat memanggil seorang ibu bersama anaknya, mengajaknya ke salah satu pojok ruang yang kosong. Lalu Srianti menanyakan, “Bagaimana kabar Ibu?” Ibu itu pun menjawab, “Alhamdulillah sehat.” Srianti kemudian melanjutkan, “Putri Ibu semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Dia sekarang sudah tidak menangis, mulai menyimak pelajaran, duduk dengan tenang walau masih sering diam.” Lalu dia memberikan sebuah buku kepada ibu itu. “Di dalam buku ini Ibu dapat melihat kembali perkembangan si Adik,” ujar Srianti. Setelah beberapa lama berbincang, Ibu itu tampak menandatangani buku tersebut dan sambil pamit dia berkata, “Pesan dan nasehat Ibu akan saya jalankan.”


Buku Anekdot PAUD Samanjo, perkembangan murid dipantau setiap bulan.

Sejak lembaga berdiri di bulan Januari 2010, Srianti menggunakan Buku Anekdot dan Buku Penghubung untuk memantau perkembangan anak muridnya. Pada waktu yang diperlukan dia sampaikan hasilnya kepada orang tua si murid. Hal ini merupakan bagian dari tugas rutinitas Tendik di PAUD Samanjo dan juga di lembaga PAUD lain yang terpilih dalam program PPAUD. Srianti yang tamatan SMA adalah salah seorang dari 120.000 Tendik yang dilatih oleh program tersebut. Dalam 200 jam pelatihan, para Tendik diajarkan mengenai Buku Penghubung dan Buku Anekdot. Kedua Buku ini memiliki peranan sangat penting dalam memotret kondisi perkembangan anak secara rutin di sekolahnya.

Buku Anekdot merupakan catatan Tendik mengenai perilaku anak didik. Hasil catatan yang menurutnya penting akan disampaikan kepada orang tua anak didik melalui Buku Penghubung. Bahkan di PAUD Samanjo, Buku Penghubung tidak sekedar diberikan tapi didiskusikan. Ada kolom tanggapan yang diisi dan ditandatangani oleh orang tua. Di Sarolangun sendiri tidak banyak lembaga PAUD yang melakukan hal ini karena minimnya dampingan dari Pelatih Kabupaten. Lembaga yang mampu menerapkan hal ini seperti di Samanjo, menurut Srianti karena dia berani mempraktikkannya langsung sepulang pelatihan. Dengan kedua buku ini, Srianti mampu mengetahui persoalan yang dialami anak didiknya dalam belajar dan memberi masukan kepada orang tua sehingga mereka pun berperan. Dari kedua buku tersebut, Srianti pun mampu melihat kemampuan dan pencapaian dari anak didiknya. Semua ini akan memberikan informasi penting bagi Srianti dalam  memodifikasi Rencana Kegiatan Pembelajaran bagi anak-anak.


Walaupun di dalam Buku Penghubung berbagai respon dari orang tua tampak sederhana, misalnya disebutkan, “saya akan perhatikan, “kami akan bimbing”, yang terpenting adalah pesan dari guru tersebut sampai dan dipahami orang tua anak. Disinilah intinya! Komunikasi orangtua-guru terbangun untuk memastikan keduanya saling membantu mengantarkan anak didik mencapai tujuan belajar. 

Program PPAUD menggunakan Buku Anekdot dan Buku Penghubung karena buku-buku tersebut merupakan alat rekam kualitas layanan PAUD yang sangat penting untuk memantau sejauh mana anak mengalami perubahan atas berbagai hal yang mereka dapatkan di sekolah dan di rumah, dan juga sebagai alat advokasi Parenting (Pendidikan keluarga) yang efektif. Peran Pelatih Kabupaten, Himpaudi dan lembaga penyedia pembinaan bagi guru PAUD sangat dibutuhkan dalam memperkuat penggunaan kedua buku tersebut dalam rangka penyediaan PAUD yang berkualitas.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
Lembaga PAUD Samanjo, Kabupaten Sarolangun.
Lingkup pendidikan
:
kabupaten
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
Di banyak lembaga PAUD berbasis masyarakat, pengukuran perkembangan anak secara sistematis belum begitu dikenal. Selama ini pencatatan hanya sebatas pengukuran tinggi dan berat badan, namun catatan aspek perkembangan anak setiap tahapannya baik fisik, sosial, kognitif dan emosional tidak terekam dengan baik. Program PPAUD yang mencanangkan penggunaan kedua buku tersebut telah mengubah pola pikir para  guru PAUD, bahwa memantau anak secara sistematis akan membuahkan hasil yang optimal dalam membantu mencapai tujuan pendidikan dan perkembangan sesuai karakter anak masing-masing, mengetahui permasalahan anak secara dini dan mencari solusi serta media sharing dan pemberdayaan orang tua untuk bersama-sama membina anak didik.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

  1. Guru memantau perilaku anak didik secara rutin, lalu peristiwa penting yang terjadi pada anak di catat dalam Buku Anekdot.
  2. Dari catatan-catatan Anekdot tersebut, guru membuat kesimpulan dan hasilnya diserahkan kepada orang tua dalam Buku Penghubung.
  3. Mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan dan mendiskusikan Buku Penghubung dengan orang tua anak murid bersangkutan.

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

  • Meningkatnya kecakapan pendidik PAUD dalam memantau aspek perkembangan anak didik di kelas.
  • Meningkatnya pengetahuan dan partisipasi orang tua dalam membina anak-anak mereka di rumah.
  • Adanya alat komunikasi dan advokasi parenting yang efektif akan pentingnya PAUD.
  • Kualitas layanan PAUD yang semakin baik.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:
Hafid Alatas, Kantor Bank Dunia Jakarta, Bagian Pendidikan
Tel: 021-5299-3000.




Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Ardiansya nst

  • Cukup Baik klw di Baca , tapi bagus la :)
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • cecep

  • Artikel ini sangat menarik dan sangat dibutuhkan oleh setiap tutor paud namun sayang tidak dilengkapi dengan contoh yang jelas tentang kedua buku tersebut
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: