Artikel
Detail Artikel

Kelas Awal: Asyiknya Belajar Calistung dengan Ular Tangga

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00763
  • Views: 2269
  • Last Updated: 12/07/2012 07:56:50





Permainan ular tangga yang diterapkan SD YPPK Santo Yakobus Honelama Wamena Jayawijaya, berhasil membuat siswa kelas awal terampil Calistung. 

(Untuk informasi lengkap cara mengaplikasikan pembelajaran inovatif pada kelas awal, silahkan Klik Modul Pelatihan Kelas Awal, Modul Pelatihan PAKEM 1, Modul Pelatihan PAKEM 2, Modul Pelatihan PAKEM 3 (KTSP),  Modul Pelatihan PAKEM 4).

Keterampilan baca tulis hitung (Calistung) merupakan persoalan yang sering menjadi tantangan guru di Wamena, Jayawijaya, Papua. Biasanya siswa kelas satu sangat lambat kemampuannya dalam hal membaca, menulis dan berhitung. Kebanyakan siswa Wamena yang masuk ke SD tidak melewati pendidikan pra sekolah. Terlebih latar belakang orang tua banyak yang tidak pernah mengenyam pendidikan, dan memiliki keterbatasan ekonomi. Pembelajaran Calistung yang biasa dilakukan di kelas cenderung berpusat pada guru. Hasilnya kurang efektif untuk membelajarkan siswa tentang Calistung.


Siswa asyik bermain ular tangga untuk belajar Calistung.

Untuk menjawab masalah itu, SD YPPK Santo Yakobus Honelama Wamena Jayawijaya menggunakan permainan ular tangga sebagai alat peraga Calistung di kelas awal. Alat dan bahan permainan ular tangga yang  digunakan dalam pembelajaran Calistung terdiri dari dadu, buah-buahan mainan sebagai gacok, kartu kata, kartu remi, kartu gaplek, gambar-gambar, dan papan permainan ular tangga. 

Cara penggunaannya dalam pembelajaran yaitu, mulanya kelas di bagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan satu set permainan dan guru menjelaskan cara bermain. Kemudian secara bersama, dilakukan permainan ular tangga untuk belajar Calistung. Misalnya, belajar tentang menyusun kata. Siswa melempar dadu dan mendapat angka enam. Berarti siswa di minta menyelesaikan soal yang ada di nomor enam. Contoh soalnya, susunlah huruf-huruf ini menjadi sebuah kata atau susunlah kata-kata ini menjadi kalimat. Demikian juga dalam belajar berhitung, untuk setiap nomor yang keluar siswa akan menjawab pertanyaan yang sudah di siapkan guru misalnya buatlah penjumlahan yang hasilnya sama dengan lima? 

Penerapan alat peraga permainan ular tangga ini membuat minat belajar siswa semakin tinggi dan memudahkan siswa untuk belajar Calistung dengan cepat. Kepercayaan orang tua murid kepada guru juga menjadi semakin baik. Siswa juga dapat melatih karakter seperti sabar, bertanggung jawab, kerja sama, toleransi, menghormati pendapat orang lain dan jujur. 





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SD YPPK Santo Yakobus Honelama Wamena, Jayawijaya, Papua.
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
Siswa kelas satu sangat lambat dalam belajar membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Pembelajaran Calistung yang biasa dilakukan di kelas cenderung berpusat pada guru. Hasilnya kurang efektif untuk membelajarkan siswa tentang Calistung.
Tujuan praktik yang baik
:
Membuat alat peraga yang membuat pembelajaran Calistung di kelas satu menjadi menyenangkan dan kemampuan Calistung siswa meningkat. 
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

Alat dan bahan: Dadu, buah-buahan mainan sebagai gacok, kartu kata, kartu remi, kartu gaplek, gambar-gambar, dan papan permainan ular tangga.

Cara Penggunaan dalam Pembelajaran: Siswa dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok di berikan satu set permainan dan guru menjelaskan cara bermain. Secara bersama, dilakukan permainan ular tangga untuk belajar Calistung. Misalnya belajar tentang menyusun kata. Siswa melempar dadu dan mendapat angka enam. Berarti siswa di minta menyelesaikan soal yang ada di nomor enam. Contoh soalnya, susunlah huruf-huruf ini menjadi sebuah kata atau susunlah kata-kata ini menjadi kalimat.

Demikian juga dalam belajar berhitung, untuk setiap nomor yang keluar siswa akan menjawab pertanyaan yang sudah di siapkan guru misalnya buatlah penjumlahan yang hasilnya sama dengan lima?

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
Penerapan alat peraga permainan ular tangga ini membuat minat belajar siswa semakin tinggi dan memudahkan anak untuk belajar Calistung dengan cepat. Kepercayaan orang tua murid kepada guru juga menjadi semakin baik. Anak juga dapat melatih karakter seperti sabar, bertanggung jawab, kerja sama, toleransi, menghormati pendapat orang lain dan jujur. 
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Pelaku:
Guru SD YPPK Santo Yakobus Honelama Wamena, Jayawijaya, Papua.

Penulis : Monika Wally,S.Pd.SD
No hp : 081248929248





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • FITRIA WULAN DARI

  • alhamdulilah ya..... setelah saya membaca artiket ini saya jd lebih termotifasi.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • AHMAD SARJITA

  • Permainan ini bisa ditambahkan dengan kegiatan yang bisa merangsang berfikir tingkat tinggi. caranya ; siswa mendiskusikan apakah ada cara lain, bagaimana alat ini bisa dipakai untuk mapel lain.? mungkin ada cara lain. selamat diskusi...
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: