Artikel
Detail Artikel

Kelas Awal: Berhitung dengan Alat Peraga Sederhana

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00366
  • Views: 4120
  • Last Updated: 08/05/2013 09:59:37





Dengan memanfaatkan biji-bijian, lidi, dan kerikil untuk belajar berhitung, siswa SDN 12 Tilamuta Boalemo lebih mudah memahami konsep penjumlahan. Kegiatan ini membuat siswa senang belajar matematika.

(Untuk informasi lengkap cara mengaplikasikan pembelajaran inovatif pada kelas awal, silahkan Klik Modul Pelatihan Kelas Awal, Modul Pelatihan PAKEM 1, Modul Pelatihan PAKEM 2, Modul Pelatihan PAKEM 3 (KTSP),  Modul Pelatihan PAKEM 4).

Pelajaran matematika sering dihindari siswa.  Hal ini dapat terjadi karena proses pembelajarannya yang monoton, banyak penjelasan/ceramah dari guru dan sering tidak memanfaatkan alat peraga atau alat bantu mengajar.  Akibatnya, prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ini menjadi rendah.

Padahal, penguasaan konsep operasi hitung sangat penting dimiliki oleh siswa di kelas awal untuk menjadi dasar di kelas atas.  Inilah yang dipikirkan oleh Sriyanti DaI, Guru Kelas I SDN 12 Tilamuta,Boalemo.  Ia memikirkan bagaimana mengajarkan konsep penjumlahan dengan memanfaatkan alat bantu yang tidak dibeli di toko atau ditempat lain.  Akhirnya digunakan biji-bijian, lidi dan kerikil untuk belajar berhitung.

Langkah yang dilaksanakan oleh Bu Sriyanti adalah sebagai berikut.

Misalnya: Penjumlahan menghasilkan 20

  • Alat bantu seperti biji-bijian dibagikan kepada masing-masing siswa (sejumlah bilangan yang diajarkan) dan diletakkan di atas meja masing-masing.
  • Siswa mengambil sebagian biji-bijian yang ada di meja masing-masing (jumlahnya tidak ditentukan).
  • Siswa menghitung biji-bijian yang telah diambil dan diletakkan kembali di atas meja secara terpisah dari sisa biji-bijian yang dibagikan tadi.
  • Siswa menghitung sisa biji-bijian lainnya.
  • Siswa menulis di buku jumlah setiap biji-bijian yang dihitungnya.

Siswa melakukan kegiatan tersebut secara berulang, dengan catatan jumlah biji-bijian yang diambil harus berbeda dengan jumlah bii-bijian yang sudah diambil sebelumnya.

Hasilnya sangat bagus.  Jawaban yang dihasilkan beragam. Siswa pun tidak merasa bosan, sebab tidak lagi mendengar ceramah guru. Mereka melakukan sendiri, tentunya dengan bimbingan guru.  Siswa memahami bahwa proses penjumlahan menghasilkan  angka 20 terdiri dari lebih dari satu operasi penjumlahan. Hal ini memudahkan siswa memahami konsep penjumlahan.

Dengan waktu yang tersedia, siswa menghasilkan karya yang berbeda-beda.  Hasil karya yang berbeda-beda ini disatukan oleh guru pada kertas manila, tentu dibuat lebih menarik.  Kertas manila tersebut dipajang di dinding untuk menjadi bahan pelajaran bagi siswa di kelas.  Siswa dapat melihat dan belajar dari hasil karyanya sendiri atau dari hasil karya temannya.

Kegiatan ini membuat siswa senang belajar matematika, tidak merasa bosan dan cepat memahami.  Ternyata belajar dengan Pakem tidak membutuhkan alat bantu yang mahal.  Cukup menggunakan apa yang ada di sekitar sekolah.

 

Siswa dapat menuliskan bentuk-bentuk penjumlahan dan pengurangan dari bilangan-bilangan yang dibagikan guru.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SDN 12 Tilamuta Desa Limbato Kecamatan Tilamuta KP. 96261, Boalemo
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Pelajaran matematika sering dihindari siswa.  Hal ini dapat terjadi karena proses pembelajarannya yang monoton, banyak penjelasan/ceramah dari guru dan sering tidak memanfaatkan alat peraga atau alat bantu mengajar.  Akibatnya, prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ini menjadi rendah.
  • Penguasaan konsep operasi hitung sangat penting dimiliki oleh siswa di kelas awal untuk menjadi dasar di kelas atas.  

 

 

 

Tujuan praktik yang baik
:
  • Meningkatkan penguasaan siswa terhadap konsep operasi hitung

 

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

Untuk penjumlahan menghasilkan 20

  • Alat bantu seperti biji-bijian dibagikan kepada masing-masing siswa (sejumlah bilangan yang diajarkan) dan diletakkan di atas meja masing-masing.
  • Siswa mengambil sebagian biji-bijian yang ada di meja masing-masing (jumlahnya tidak ditentukan).
  • Siswa menghitung biji-bijian yang telah diambil dan diletakkan kembali di atas meja secara terpisah dari sisa biji-bijian yang dibagikan tadi.
  • Siswa menghitung sisa biji-bijian lainnya.
  • Siswa menulis di buku jumlah setiap biji-bijian yang dihitungnya.

 

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Pemahaman siswa terhadap penjumlahan meningkat seiring meningkatnya minat belajar terhadap matematika
  • Siswa terlatih cara berpikir kreatif dan fleksibel
  • Pembelajaran terpusat pada siswa

 

 

 

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Sriyanti Dai
Kepala Sekolah SDN 10 Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Boalemo
Kontak: Moderator
 





Artikel Terkait :

Mudahnya Belajar Bilangan Bulat dengan Petak Pintar
Pendekatan Pembelajaran Tematik pada Mata Pelajaran PKn Meningkatkan Minat Belajar Siswa
Pembelajaran Matematika: Momok yang Berubah menjadi Mainan Menyenangkan
Pembelajaran Matematika: Menghitung Luas Permukaan Bola dengan Buah Jeruk
Alat Peraga Murah untuk Menerangkan Terjadinya Hujan


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar