Artikel
Detail Artikel

Kemiringan Garis (Gradient) di Balik Fenomena Mistik Jaelangkung

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01246
  • Views: 1753
  • Last Updated: 21/10/2012 02:26:08





Misteri “Jaelangkung” dimanfaatkan Yuli Eko Sarwono, guru SMP Negeri 19 Purworejo Jawa Tengah sebagai media pembelajaran Matematika untuk mempelajari kemiringan garis.

                                                            

Pembelajaran Matematika Menyenangkan dengan Menggunakan Media Inovatif Jaelangkung yang dilakukan oleh Yuli Eko S.

Proses pembelajaran dengan media Jelangkung dilakukan menggunakan kayu atau bambu yang disilangkan dan diberikan batok kelapa sebagai kepala dari Jaelangkung sehingga mirip seperti Jaelangkung pada zaman dahulu. Kayu yang disilangkan digunakan sebagai bidang koordinat, pada sumbu Y dibuat kepala dan pada sumbu X dikenakan baju sehingga menyerupai Jelangkung.

Pembelajaran diawali dengan menyiapkan alat bantu mengajar berbentuk Jaelangkung sebagai bidang koordinat, selanjutnya guru bersama peserta didik mencari tempat di halaman sekolah yang teduh. Setelah sesuai tempatnya guru memberikan cerita tentang historis Jaelangkung sehingga siswa paham kegunaan Jaelangkung pada masa lalu, kemudian guru merangsang dan menjelaskan relevansi media inovasi dengan matematika serta menjelaskan kompetensi dasar yang akan diajarkan yaitu menghitung kemiringan garis.

Setelah siswa memahami tujuan pembelajaran, guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, membimbing siswa yang berkelompok untuk mendiskusikan tentang materi gradient dan menuliskannya di lembar kerja siswa dengan menggunakan lidi kecil berbentuk jaelangkung. Setiap kelompok membuat soal tentang gradient, kemudian diberikan kepada kelompok lain untuk menyelesaikannya. Setelah selesai dikerjakan, setiap kelompok mempresentasikan hasil dari pekerjaannya. Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pekerjaan siswa dan memberi penekanan hasil. Setelah selesai melaksanakan simpulan dan penekanan hasil, guru memberikan reward kepada kelompok yang berhasil mengerjakan soal disesuaikan dengan tingkat kebenaran pengerjaan soal.

Dampak praktik pembelajaran dengan media Jaelangkung setelah melakukan evaluasi secara sederhana dapat diketahui bahwa siswa meningkat pemahamannya tentang gradient dan mampu mengasumsikannya dengan media-media yang lain. Lebih lanjut terdapat peningkatan nilai ketuntasan belajar siswa dalam Kompetensi Dasar menghitung gradient dengan rata-rata sebesar 80%, dan terakhir semakin pahamnya siswa terhadap nilai dan karakter budaya daerah yang pada akhirnya siswa akan secara berimbang dan mampu memberikan penyikapan dengan benar tentang permainan budaya tersebut. (kontributor: DBE3)





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMPN 19 Purworejo Jl. Magelang Km 12 Purworejo
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Selama ini siswa sering mengalami kesulitan dalam menjelaskan,  mengaplikasikan, dan menghitung kemiringan garis,
  • Media pembelajaran di sekolah yang masih monoton sehingga perlu adanya media pembelajaran inovatif yang berbeda serta merangsang keingintahuan Siswa
  • Banyak berkembangnya film Jaelangkung dan cerita mistis dikalangan siswa sehingga perlu adanya media pembelajaran inovatif yang mampu memberikan pengetahuan tentang warisan kebudayaan daerah kepada siswa sehingga pada akhirnya mampu memberikan penyikapan yang benar.
Tujuan praktik yang baik
:
  • Siswa mampu mendefinisikan nilai gradient
  • Siswa mampu memahami gradient atau kemiringan garis serta mampu menghitung nilai gradient/kemiringan suatu benda
  • Siswa mengetahui dan mampu menyikapi dengan benar fenomena budaya daerah khususnya permainan Jaelangkung sebagai bagian dari program pengenalan warisan budaya bangsa.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  • Guru menyiapkan alat bantu mengajar berbentuk Jaelangkung sebagai bidang koordinat.
  • Guru bersama peserta didik berada di luar kelas, atau di halaman sekolah yang teduh.
  • Guru menjelaskan kompetensi dasar yaitu menghitung gradient.
  • Siswa berkelompok mendiskusikan tentang materi gradient dan menuliskan di lembar kerja siswa dengan menggunakan lidi kecil berbentuk Jaelangkung.
  • Setiap kelompok membuat soal tentang gradient, kemudian diberikan kepada kelompok lain untuk menyelesaikannya.
  • Setelah selesai dikerjakan, setiap kelompok mempresentasikan hasil dari pekerjaannya.
  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pekerjaan siswa dan memberi penekanan hasil.
  • Guru memberikan reward kepada kelompok yang berhasil mengerjakan soal disesuaikan dengan tingkat kebenaran pengerjaan soal.
  • Guru menyiapkan alat bantu mengajar berbentuk Jaelangkung sebagai bidang koordinat.
  • Guru bersama peserta didik berada di luar kelas, atau di halaman sekolah yang teduh.
  • Guru menjelaskan kompetensi dasar yaitu menghitung gradient.
  • Siswa berkelompok mendiskusikan tentang materi gradient dan menuliskan di lembar kerja siswa dengan menggunakan lidi kecil berbentuk Jaelangkung.
  • Setiap kelompok membuat soal tentang gradient, kemudian diberikan kepada kelompok lain untuk menyelesaikannya.
  • Setelah selesai dikerjakan, setiap kelompok mempresentasikan hasil dari pekerjaannya.
  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan hasil pekerjaan siswa dan memberi penekanan hasil.
  • Guru memberikan reward kepada kelompok yang berhasil mengerjakan soal disesuaikan dengan tingkat kebenaran pengerjaan soal.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Meningkatnya pemahaman siswa dengan gradient dan mengasumsikannya dengan media-media yang lain.
  • Meningkatnya nilai ketuntasan belajar siswa Kompetensi Dasar menjadi 80%
  • Semakin pahamnya nilai dan karakter budaya daerah yang pada akhirnya mampu memberikan penyikapan tentang budaya tersebut dengan benar
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Pelaku: Yuli Eko Sarwono, Guru SMPN 19 Purworejo

Penulis: Anang Rozikin (USAID-Prioritas)

Kontributor: WAPIK-Unesa





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Dani

  • Pak, terimakasih atas karyanya, saya mau tanya. kalau media jealngkung digunakan untuk persamaan garis lurus bisa tidak pak ?terimakasih..
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • juliekosarwono

  • Trimakasih pak Siregar saya tunggu.Ohya akhirb ulan ini saya masuk lagi di hitam putih tran 7,nonton ya pak
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Erimson Siregar

  • Pak Juli Eko, saya pernah ke sekolah jenengan tapi karena tanpa koordinasi jadinya ga ketem. Lain kali saya akan datang lagi dari Lampung utk belajar dari Lab Mat bapak. Tks
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Juli Eko Sarwono (guru matematika SMP N 19 Purworejo)

  • Halao sahabatku semua ,trimakasih ya komennya.Ohya saya menggunakan jalangkung dengan maksut siswa penasaran dan semangat untuk memprhatikan pelajaran mtk pada KD Gradien.Dan untuk semester ini siswa kami membuat karya siswa 1000 jalangkung sebagai media
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Nurhayati_FKIP Univ. Langlangbuana Bandung

  • serem juga ya ketika kita harus belajar menggunakan jelangkung, apalagi matematika itu pelajaran yang sangat menakutkan bagi sebagian siswa. jika kita sebagai guru menggunakan jelangkung untuk objek pembelajaran maka sebagian siswa akan berpikir matematik
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Dindin

  • Asik juga ya kalo siswa bisa bercengkrama dengan Jaelangkung dalam konteks belajar matematika...
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Wikanengsih

  • Jelangkung Pak? waaah mistis, he he
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Dedi Siddiq

  • excellent pak Eko.. Thanks Pak Anang
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • kodri

  • idenya cukup kreatif, siiip! Tapi hati-hati lho, Pak. Kalau ada siswanya yang kesurupan nanti Bapak yang disalahkan salam pendidikan.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • cep iwan

  • sangat menarik karena membuat rasa penasaran siswa maupun pembaca, apalagi judulnya jaelangkung sangat mistis semoga matematika tidak ditakuti seperti jaelangkung sehingga anak setalah diajari tidak usah dianter pulang karena sudah ngerti, heeee
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Ratnaningsih Eko S

  • bagus pak
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Wahyu Hidayat

  • Mantapz....tapi relevansi antara materi dan model pembelajaran jaelangkung kurang kena sasaran nich...
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Syafruddin Yusuf

  • menarik dan perlu untuk diterapkan
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • mahmud

  • bagus pak.. pembelajaran matematika dengan menggunakan alat peraga yang murah
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Sitepu

  • Judulnya menarik sekali, tapi belum terlihat hubungannya dengan jelangkungnya. Bisa lebih dielaborasi? Tks.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • syamsir

  • kenapa harus menggunakan jaelangkung yang mengandung "mistik" (sesuatu yang irrasiional) dan mungkin akan menyesatkan pikiran siswa? bahkan keimanan mereka? apakah tidak ada media lain yang sejenis jaelangkung? media langsung (model), misalnya..
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • nur

  • hati=hati matematika didekati dg jaelangkung. Beri pemahaman yang jelas agar anak-anak tidak bingung dalam pemahaman agamanya
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Sebenarnya Jelangkung dan matematika adalah sesuatu yang berseberangan! matematika adalah ilmu pasti, sedangkan jelangkung adalah mistik.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Mumtazul Fikri

  • Sebagian orang melihat jaelangkung hanya dari kacamata mistis saja, pak Eko justru melihatnya dari sudut pandang akademis...fantastis...
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Wati

  • Ini sangat menarik..... bisa ditiru untuk dipraktikkan, asal jangan beneran kemasukan jaelangkungnya.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Munip

  • Matematika oleh sebagian banyak siswa dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit, dgn model seperti ini ( menggunakan kalimat jaelangkung ) diharapkan banyak mesteri yang terungkap. Boleh jadi matematika semakin lebih mesteri
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Elly

  • langkah-langkah yang diuraikan sudah logis untuk diaplikasikan
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: