Artikel
Detail Artikel

Kisah Bunda PAUD Kota Surabaya

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number:
  • Views: 1320
  • Last Updated: 18/02/2013 17:26:02





“Saya menyerukan agar PAUD menjadi sebuah pendidikan pra-SD yang harus diikuti oleh seluruh anak Indonesia. Untuk mendukung ini, peran Bunda PAUD harus menjadi profesi sukarela yang berlandaskan pada cinta dan kasih sayang”, demikian petikan dari pesan Bunda PAUD Indonesia, Ibu Ani Bambang Yudhoyono. Di Surabaya, Bunda PAUD dijabat oleh walikota kota itu sendiri yaitu Bunda Tri Risma Harini. Namun hebatnya istilah Bunda PAUD di Surabaya tidak hanya disandang secara ‘formal’ oleh beliau, tapi juga oleh seluruh pengajar PAUD di Kota Pahlawan. Sehingga PAUD menjadi gerakan yang menyeluruh, bukan hanya milik walikota. Inilah kisahnya.

Bila di kabupaten kota lain Bunda PAUD identik dengan istri kepala pemerintahan, tidak demikian halnya di Surabaya. Istilah Bunda PAUD justru lebih populer disematkan pada pendidik PAUD. Semua pendidik PAUD di kota Surabaya digelari Bunda PAUD. “Mereka adalah relawan yang bekerja tanpa digaji untuk mengajar anak-anak. Seluruhnya adalah kader PKK dengan latar belakang pendidikan yang sangat beragam, mayoritas lulusan SMP/SMA, meski ada beberapa yang sarjana. Untuk dapat mengajar dengan benar, mereka dibekali dengan pelatihan-pelatihan praktis secara bertahap. Bunda PAUD adalah yang pertama kali menanamkan karater positif pada anak usia dini. Mereka mengajarkan anak untuk mandiri, punya percaya diri, berintelektual dan bisa bekerja sama,” ujar Walikota Surabaya, Ibu Risma.

Sejak tahun 2004, PKK Kota Surabaya gencar melakukan sosialisasi pentingnya PAUD. Saat itu, tim PKK merasa bahwa kesadaran orangtua masih rendah, sehingga rata-rata orangtua baru mendaftarkan anaknya di usia 4 tahun untuk masuk TK. Alasannya adalah ketidapahaman orangtua mengenai “golden age” sehingga anak dibawah 4 tahun tidak disekolahkan. Alasan lainnya adalah keterbatasan dan mahalnya biaya Kelompok Bermain/Playgroup di Kota Surabaya. Keadaan ini membuat tim PKK Surabaya membuat terobosan cerdas yaitu dengan mendirikan sebuah Pos PAUD Terpadu (PPT) yang dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. PPT ini layak disebut sebagai PAUD holistic integrative karena memadukan layanan PAUD dengan Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB), sebagai upaya memenuhi semua kebutuhan stimulasi, kesehatan dan gizi anak serta pendidikan keluarganya.


PPT: Menyiapkan anak secara menyeluruh (photo courtesy: Surabaya post)

Masyarakat secara antusias menyambut PPT karena unggul disemua sisi, baik layanan yang lengkap maupun biaya yang terjangkau. Pertumbuhan PPT yang pesat membutuhkan tenaga pendidik yang besar pula. Untuk menyiasatinya, tim PKK Kota Surabaya mengerahkan kader-kadernya untuk menjadi pendidik di PPT tersebut, yang kemudian dijuluki Bunda PAUD. Persoalan baru pun muncul, banyak diantara mereka yang latar belakang pendidikannya masih rendah, selain pengetahuan tentang PAUD pun sangat terbatas.

Namun berpeluh dan bersusah payah untuk kebaikan pastilah mengundang simpati. Dengan dukungan pemkot Surabaya, para Bunda PAUD mendapatkan pelatihan dari pemda dengan sangat pas-pasan. Namun seiring waktu, advokasi dari tim PKK dan para istri pimpinan lembaga pemerintah di Surabaya berbuah manis. Sejak tahun 2006, program pelatihan Bunda PAUD tidak pernah sepi. Mulai dari universitas hingga perbankan bahkan negara lain seperti Jepang, memberikan dukungan pelatihan dan orientasi bagi Bunda PAUD. Tidak hanya sampai disitu, peningkatan kualifikasi Bunda PAUD terus dikejar, mulai dari Kejar Paket hingga Diploma dan Sarjana. Bahkan, seorang pekerja sosial di Surabaya mendirikan Akademi Sang Bunda (ASB) yang diresmikan Ibu Risma, Mei 2011, seperti dikutip Harian Seputar Indonesia. “Akademi Sang Bunda ini berangkat dari keprihatinan terhadap kurangnya kapasitas Bunda PAUD. ASB memiliki kurikulum khusus yang dimatangkan pakar pendidikan dari Sekolah Ciputra. Disini, Bunda PAUD hanya membayar 30% dari total biaya selama 3 bulan, dan 70% nya dibiayai CSR. Hal ini untuk menumbuhkan tanggungjawab Bunda PAUD,” ujar Diah Litasari, pendiri ASB.


Kelas Bunda PAUD di Unair (photo courtesy: lensaindonesia.com)

Awalnya PPT dibiayai oleh masyarakat. Tim PKK membina masyarakat yang mengelola PPT untuk berdikari mengelola PPT. Mereka diajari cara mencari dukungan dana. Lalu tahun 2009, pemkot Surabaya mulai mengalokasikan anggaran untuk operasional PPT, termasuk APE dan transport para Bunda PAUD. Kini, tercatat puluhan badan usaha milik negara dan swasta baik dari dalam maupun luar negeri telah menjalin kerjasama dengan PPT dalam berbagai bidang. Saat ini Kota Surabaya memiliki sekitar 866 PPT yang telah mengantongi ijin operasional, dan diperkuat oleh 5000-an Bunda PAUD. Tidaklah berlebihan jika kota Surabaya meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional berturut-turut tahun 2011 dan 2012.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
Kota Surabaya
Tingkat pendidikan
:
Pra-Sekolah
Lingkup pendidikan
:
kabupaten
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Bunda PAUD tidak hanya menjadi milik eksklusif istri kepala pemerintahan saja, namun juga predikat yang disematkan pada seluruh pendidik Pos PAUD Terpadu (PPT) di Surabaya.

Para Bunda PAUD ini merupakan kader PKK yang tidak dibayar dan bekerja secara sukarela untuk mendidik anak-anak usia dini sehingga PPT menjadi layanan PAUD yang sangat terjangkau bagi masyarakat.

Tujuan praktik yang baik
:
  1. Menjadikan PAUD layanan yang dapat diakses semua kalangan, terutama kalangan tidak mampu.
  2. Konsep PPT yang holistic memberikan layanan yang sangat lengkap bagi anak dan keluarganya.
  3. PPT menjadi model PAUD yang inovatif dimotori oleh para Bunda PAUD, berhasil menarik banyak simpati dari berbagai kalangan.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Advokasi dan sosialisasi yang intensif dari PKK karena rendahnya APK PAUD di Surabaya.
  2. Mendesain PPT, menyosialisasikan konsepnya ke pemda, membina masyarakat untuk mengelola dan mencari dukungan semua pihak.
  3. Mengangkat Bunda PAUD sebagai tenaga pendidik, melatih dan membinanya, untuk mengabdi pada PPT.
  4. Melakukan kemitraan ke semua pihak: Pemerintah, swasta, LSM dan universitas untuk mendukung PPT.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  1. PPT menjadi model yang ditiru oleh banyak kabupaten bahkan negara-negara sahabat.
  2. Bunda PAUD menjadi semacam simbol dan predikat bagi dukungan terhadap PAUD.
  3. Kualifikasi dan kompetensi Bunda PAUD meningkat pesat seiring APK PAUD di Surabaya yang mencapai 75%.
  4. Perempuan berada di lini depan untuk diberdayakan dalam pembangunan.
  5. Surabaya menjadi Kota Layak Anak.
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Tim PPAUD Bank Dunia, Jakarta.
Gedung Bursa Efek Jakarta, Komplek SCBD
Phone: (021) 52993000.





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Dyah Katarina

  • Banyak informasi yang salah pada artikel di atas. Saya siap memberikan klarifikasi.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan   1 Tanggapan 1Tanggapan

    hafid alatas

    terimakasih banyak atas responnya. Silahkan membantu mengklarifikasi bagian mana yang ibu merasa datanya tidak tepat, kami akan sangat terbantu. semua informasi ini kami dapatkan dari pemda surabaya sendiri pada saat acara penobatan Bunda PAUD di jakarta januari 2013. silahkan mengirim email ke: Bapak Hafid Alattas tim PPAUD Bank Dunia di halatas76@gmail.com
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: