Artikel
Detail Artikel

Media Tiga Dimensi dari Barang Bekas untuk Pembelajaran Demokrasi

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01288
  • Views: 4272
  • Last Updated: 01/05/2013 11:44:59





Salah satu kelemahan guru dalam pembelajaran PPKn adalah seringnya memberikan konsep-konsep yang kurang sesuai dengan kehidupan siswa sehari-hari. Melalui Media Tiga Dimensi kesulitan siswa tersebut dapat diatasi.

Situasi yang terdapat dalam maket

Situasi yang terdapat dalam model/ maket, 
(1) Lingkungan rumah, 
(2) Lingkungan sekolah,
(3) Lingkungan puskesmas, 
(4) Lingkungan hutan kota, 
(5) Lalu lintas di  jalan raya.

Kurikulum tahun 2004 (KBK), disempurnakan menjadi kurikulum tahun 2006  (KTSP). Perubahan mendasar yang terjadi pada kurikulum 2004 mapel PPKn terintegrasi dalam mapel IPS. Tetapi pada kurikulum 2006 PPKn dijadikan mapel tersendiri. Mapel PPKn memiliki fokus pembelajaran kepada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter seperti yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.           

Pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sebagai WNI, membutuhkan materi, metode, media, dan evaluasi pembelajaran yang sesuai. Berdasarkan kurikulum dan mengkaji standar isi kurikulum 2006, salah satu materi dalam  PPKn yang sesuai  adalah demokrasi.   

Salah satu kelemahan guru dalam pembelajaran demokrasi, seringkali memberikan konsep-konsep yang kurang sesuai dengan kehidupan siswa sehari-hari. Dibutuhkan media pembelajaran yang mendekati realita. Salah satu media tiga dimensi dibuat dengan memanfatkan barang bekas dalam bentuk miniatur. Melalui media pembelajaran tersebut, siswa dapat membuktikan kegiatan yang terjadi dan juga siswa lebih terarah dalam menjawab atau mendeskripsikan apa yang dilihat.  Disamping itu media tersebut juga mampu menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Adanya media tiga dimensi membuat siswa berebut (antusias) untuk menjalankan simulasi taat pada aturan, yaitu tata tertib lalu lintas. Taat pada aturan adalah bagian dari norma dalam masyarakat, sebagai perwujudan warganegara yang sadar akan hak dan kewajibannya, sehingga tercipta  kehidupan yang demokratis.

Pemanfaatan barang bekas atau sampah bertujuan mengajarkan siswa untuk memiliki jiwa kewirausahaan dan kesadaran  untuk menjaga dan memelihara bumi dari kerusakan guna kelangsungan hidup manusia. Hal tersebut sejalan dengan kesepakatan masyarakat internasional dalam mewujudkan komitmen pelestarian lingkungan.

Sikap positif sebagaimana tersebut diatas, perlu ditananamkan kepada siswa, dengan proses kejiwaan: 1) mengetahui, 2) memahami, 3) menghayati, 4) menyakini, 5) menyadari kemudian, 6) mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika siswa mengetahui tentang norma, proses berikutnya ia memiliki pemahaman tentang norma, selanjutnya ia mampu menghayati dan memiliki kesadaran untuk mengamalkannya, khususnya taat pada aturan dalam kehidupan sehari-hari.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 Surabaya.
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
sekolah
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

  • Minimnya media pembelajaran mapel PPKn di SD. 
  • Perlu dibuat media pembelajaran dengan memanfaatkan barang bekas (sampah).

Tujuan praktik yang baik
:

  • Menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses pembelajaran PPKn.  
  • Menumbuhkan  jiwa kewirausahaan dan kesadaran  untuk menjaga dan memelihara bumi dari kerusakan guna kelangsungan hidup manusia

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

  • Mengenalkan materi norma/aturan.
  • Simulasi melaksanakan aturan lalu lintas dalam media tiga dimensi berupa miniatur/ maket. 
  • Menjelaskan bahwa taat pada aturan adalah bagian dari norma dalam masyarakat, sebagai perwujudan warganegara yang sadar akan hak dan kewajibannya, sehingga tercipta  kehidupan yang demokratis. 
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk simulasi melaksanakan aturan lalu lintas dalam media tiga dimensi berupa miniatur/ maket.
  • Refleksi dan tindak lanjut.

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

  • Meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi norma/ aturan.
  • Meningkatnya aktifitas siswa  dalam kegiatan pembelajaran.
  • Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kesadaran untuk menjaga dan memelihara bumi  dari kerusakan guna kelangsungan hidup manusia.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Pelaku & penulis: Dra. Badruli Martati, SH, M.A. M.Pd.
(Dosen Pemangku Mata Kuliah PKn di Univ. Muhammadiyah Surabaya).
E-mail: badrulimartati[at]gmail.com





Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Sri Darmanik Supartini

  • ibu martati medianya kok bagus sekaliii...tapi saya belum tau bagaimana cara membuatnya...bisakah njenengan menceritakan proses pembuatannya???sebelumnya terimakasih
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • NUR SAIYAH

  • Media pembelajaran dari bahan bekas untuk mata pelajaran PKn cukup langkah dan bisa membuat kreatif dan inofatif dari para guru untuk membuat karya yang inofatif.Sukses dan selamat bu
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Nugroho

  • Bagus. Artikel ini sangat bermanfaat bagi guru PKn.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Irianto

  • Sukses Bu..... Inovasi dlm pembelajaran PPKn, khususnya membuat media yg mudah dipahami serta menggunakan bahan lokal yg telah dibuang perlu daya kreasi yang tinggi oleh seorang guru. Selamat Bu, ini bisa menjadi inspirasi bagi Guru PPKn di tanah air. Sal
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Ika Budiyanti

  • memang media pembelajaran diperlukan karena dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa,media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih cepat. dengan adanya Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses b
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Dyah Ayu S.

  • sering sekali kita mendengar dan melihat gejolak pada masyarakat yang selalu menuntut hak-hak mereka tanpa memperdulikan hak-hak orang lain. Dalam hal ini mereka selalu menuntut hak, tanpa memperdulikan kewajiban apa yang harus ditunaikan. Untuk menanamka
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: