Artikel
Detail Artikel

Meningkatkan Budaya Peduli Lingkungan Melalui Lomba

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01300
  • Views: 1583
  • Last Updated: 26/11/2012 06:50:39





Siswa kaya, tidak peduli lingkungan. Kondisi itulah yang terjadi di SDN Sukabumi 2, Probolinggo. Sekolah tampak kotor dengan sampah yang bertebaran. Tetapi setelah mengikuti lomba Adiwiyata Bestari, sekolah ini tidak hanya unggul dalam prestasi belajar, namun lingkungan sekolah juga menjadi hijau dan asri.

SDN Sukabumi 2 merupakan salah satu sekolah terbesar di Kota Probolinggo. Tahun pelajaran 2012/2013 ini, SDN Sukabumi 2 Probolinggo mempunyai siswa mencapai 880 serta 52 tenaga pendidik dan kependidikan. Tingkat pencapaian akademis tidak dipungkiri lagi bisa mencapai target dengan mudah karena dilatar belakangi oleh kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh orang tua anak sehingga dengan mudah kebutuhan pendidikan anak mudah didapat.

Saya sebagai guru tentunya merasa bangga sekaligus merasa miris karena prestasi yang anak – anak capai tidak sebanding dengan rasa serta perilaku kepedulian mereka terhada lingkungan sekolah dan sekitarnya. Sampah berserakan dimana-mana, pun tidak terpilah. Air kran selalu mengalir walaupun saat tak digunakan, ruang kelas kotor apalagi usai istirahat, tanaman dan pepohonan kering, serta sanitasi yang selalu tidak lancar karena sampah menyumbat. Dan dari kesemua itu merupakan tanggung jawab pesuruh sekolah. Menurut asumsi anak-anak serta orang tua bahwa pekerjaan “bersih-bersih” adalah tugas pembantu, pesuruh, dan sebagainya.

Paradigma inilah yang membuat saya tergugah untuk mengikut sertakan SDN Sukabumi 2 dalam lomba sekolah Adiwiyata Bestari. Saya mulai merangkul para guru untuk membentuk tim lingkungan hidup serta menetapkan kebijakan peduli lingkungan hidup bagi semua anak dan warga sekolah. Saya juga mulai mengadakan sosialisasi dalam rangka menyadarkan pola pikir orang tua anak untuk melepaskan label “Sekolah Adiwiyata adalah Sekolah bersih-bersih”. Ternyata melalui sosialisasi, ketauladanan, serta pemberian reward bagi yang peduli lingkungan serta punishment bagi mereka yang melanggar, maka pola pikir serta perilaku anak serta warga sekolah berangsur-angsur baik. Selain itu guru selalu mengintegrasikan masalah lingkungan hidup dengan  pelajaran yang diajarkan misal; IPA, Matematika, IPS, Bahasa Indonesia dan lain sebaginya disamping mengajarkan pendidikan lingkungan hidup secara monolitik (berdiri sendiri).

Pelan namun pasti SDN Sukabumi 2, mulai bangkit dari ketidak peduliannya terhadap lingkungan menjadi kepribadian yang berbudaya lingkungan dalam segala aspek. Predikat juara sekolah Adiwiyata merupakan harapan sekolah kami, namun kepedulian serta berbudya lingkungan anak merupakan hal yang paling membanggakan bagi saya serta para tenaga pendidik lainnya. Kebiasaan serta kepedulian terhadap lingkungan yang telah dilaksanakan oleh anak serta segenap warga sekolah telah menjadi kebiasaan dalam kesehaiannya di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Saat ini bisa dilihat bahwa sampah tak lagi berserakan dan tak terpilah lagi, anak-anak mulai mengetahui dan sudah terbiasa memfungsikan tempat sampah terpilah, efisiensi penggunaan air PDAM serta listrik mulai dijalankan, terbentuknya tim – tim hijau serta duta – duta lingkungan, kebun pembibitan yang dikelola guru beserta anak, serta penanaman pada lahan yang kosong di halaman sekolah telah menjadi kebiasaan serta budaya anak-anak. Tak kalah pentingnya peran serta orang tua yang tergabung dalam komite sekolah menjadikan SDN Sukabumi 2 tak lagi dicap sebagai “Sekolah Anak Pejabat”, karena kami lebih bangga jika dikenal dengan label “Sekolah Hijau”.

  

  

  





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SDN SUKABUMI 2 JL.DR.MOH.SALEH NO.28 PROBOLINGGO.
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
sekolah
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Kurangnya kepedulian anak terhadap lingkungan sekolah dan sekitarnya dikarenakan latar belakang ekonomi yang berasal dari kalangan menengah ke atas

Tujuan praktik yang baik
:

Mengubah pola pikir serta perilaku anak yang tidak peduli terhadap lingkungan

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

Berikut beberapa strategi yang dilakukan sekolah:

  1. Mengikuti lomba adiwiyata bestari
  2. Menetapkan kebijakan peduli lingkungan
  3. Mengintegrasikan lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran baik terintegrasi maupun monolitik

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

  • Anak peduli dan berbudaya lingkungan
  • Anak dapat memilah sampah sederhana
  • Sekolah bersih dari sampah

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Lilik Handayani
SDN. Sukabumi 2
085 231 230 821
Email: najwa_165[at]yahoo,com.






Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Asep Deni Umbara

  • perjuagan untuk merintis peduli lingkungan di sekolah memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa, salut pak semoga saya bisa mengadopsinya.terimakasih
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Jorja

  • This could not possibly have been more hlpeful!
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: