Artikel
Detail Artikel

Metode PBL (Problem Based Learning) untuk materi Kerusakan Lingkungan

  • Author: Aroem
  • WAPIK Reference Number:
  • Views: 3278
  • Last Updated: 12/06/2013 09:34:25





Belajar IPA biasanya identik dengan kegiatan praktikum maupun percobaan, dimana permasalahan selalu dimunculkan oleh guru, sehingga siswa kurang kreatif dan hanya mengandalkan guru. Padahal banyak sekali permasalahan-permasalahan yang dapat ditemukan siswa itu sendiri dari lingkungan di sekitar mereka. Hal inilah yang memancing penulis untuk mengatasi permasalahan ini.

Bagaimana cara mengekspolarasi kemampuan siswa dalam menemukan dan memecahkan suatu permasalahan yang ada di lingkungan sekitar mereka. Oleh karena itu penulis menggunakan metode PBL (Problem Based Learning) untuk pembelajaran IPA kelas VI materi Kerusakan Lingkungan. Agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Metode PBL (Problem Based Learning) atau metode pembelajaran berbasis masalah adalah metode pembelajaran yang berpusat pada. Dimana siswa menemukan sendiri masalah dari lingkungan sekitar mereka dan menemukan sendiri penyelesaian dari masalah tersebut.

Langkah metode PBL (Problem Based Learning) untuk pembelajaran IPA kelas VI materi Kerusakan Lingkungan, adalah sebagai berikut: (1) siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 orang dengan anggota yang heterogen, (2) siswa beserta kelompoknya keluar kelas mengamati keadaan lingkungan sekitar menemukan suatu permasalahan “penumpukan sampah di tepi sungai”, (3) siswa menganalisis permasalahan dari penumpukan sampah di tepi sungai (4) siswa mendiskusikannya dengan kelompok tentang “dampak penumpukan sampai di tepi sungai”, (5) salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas, dan kelompok yang lain menanggapi hasil diskusi dari salah satu kelompok tersebut (6) setiap kelompok menampilkan hasil diskusi mereka di kelas berupa mading.

Siswa berdiskusi dalam kelompok

Presentasi hasil diskusi

Dalam metode PBL (Problem Based Learning) dapat dilihat bahwa pembelajaran berpusat pada siswa (student centered) ini guru hanya bertindak sebagai fasilitator untuk membimbing siswa.

Penggunaan metode ini sangat berdampak besar terhadap hasil dan semangat belajar siswa dalam belajar IPA kelas VI materi kerusakan lingkungan. Siswa ditantang untuk menemukan permasalah yang ada di lingkungan sekitar mereka sendiri dan memecahkan masalah dari permasalahan tersebut bersama anggota kelompoknya masing-masing. Selain untuk menggali semangat dan potensi siswa dalam memecahkan suatu permasalahan, dengan metode pembelajaran PBL (Problem Based Learning) ini siswa dituntut untuk lebih mencintai dan peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. Metode PBL (Problem Based Learning) ini juga dapat menumbuhkan rasa kerja sama dan kekompakkan dengan anggota kelompoknya dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi. (WAPIK-Unesa/arm).





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SDI Al-Akbar Bangsal, Mojokerto, Jawa Timur
Provinsi
:
Jawa Timur
Kota/Kabupaten
:
Mojokerto
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
Kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Belajar IPA biasanya identik dengan kegiatan praktikum maupun percobaan, dimana permasalahan selalu dimunculkan oleh guru, sehingga siswa kurang kreatif dan hanya mengandalkan guru. Padahal banyak sekali permasalahan-permasalahan yang dapat ditemukan siswa itu sendiri dari lingkungan di sekitar mereka.

Tujuan praktik yang baik
:
  • Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kerusakan lingkungan dengan menggunakan metode PBL (Problem Based Learning).
  • Untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  • Siswa mengamati keadaan lingkungan sekitar sekolah “Penumpukan sampah di sungai”
  • Siswa menganalisis satu permasalahan yang ada di sekitar sekolah
  • Siswa mendiskusikan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut
  • Siswa mendiskusikan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut
  • Siswa mempresentasikan hasil diskusi tersebut tersebut dalam bentuk poster/kliping di depan kelas.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

Siswa dapat menemukan dan menyelesaikan suatu permasalahan yang dilihatnya dari lingkungan sekitarnya.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Wiwik sulistiyani, S.Pd (Guru mata pelajaran IPA SDI AL AKBAR).





Artikel Terkait :

Alat Peraga Murah untuk Menerangkan Terjadinya Hujan
Visualisasi Model Atom Bilangan Kuantum Tiga Dimensi
Pembelajaran IPA: Penggunaan Media Sederhana dalam Pembelajaran Rantai dan Jejaringan Makanan Secara Kooperatif
Membuat Replika Paru-Paru dari Barang Bekas
Pembelajaran IPA: Belajar Hukum Newton Sambil Bermain Balon


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Dr. Irwandi, M.Pd

  • Saya sangat salut sekali dari Ibu yang mau mengajar dengan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Kalau saya suruh guru-guru mengajar pembelajaran inovativ guru selalu berkilah waktulah tidak cukup, fasilitaslah yang tidak ada, materilah tidak tercapai, dll. Teruslah mengajar dengan PBL Ibu. Apalagi Ibu sudah memulainya dari tingkat SD. Lanjutkan Bu jangan berhenti berinovasi. Salam dari saya.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan   1 Tanggapan 1Tanggapan

    Wiwik sulistiyani

    Trima kasih pak. Saya juga msh belajar untuk menerapkan beberapa model2 pembelajaran yg saya dptkan di kuliah dulu. mohon saran dan kritik untuk memperbaikinya. salam kenal juga.
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: