Artikel
Detail Artikel

Modul Pelatihan Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2 (BTL 2)

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01050
  • Views: 671
  • Last Updated: 02/05/2013 13:59:58





Modul pelatihan “Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2” dikembangkan DBE3 untuk memfasilitasi pelatihan bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas SMP/MTs. Modul ini terdiri dari 9 unit, di antaranya tentang Pembelajaran Kontekstual dalam Pengembangan Kecakapan Hidup, Bagaimana Merancang Pembelajaran untuk Mengembangkan Kecakapan Hidup? Bagaimana Menciptakan Lingkungan Kelas yang Mendorong Siswa untuk Belajar? Bagaimana Peran Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Pembelajaran? Bagaimana Melakukan Pendampingan yang Efektif?  Bagaimana Memberdayakan MGMP? dan Bagaimana Menjadi Fasilitator yang Efektif?

 

Decentralized Basic Education 3 (DBE3) yang didanai USAID bertujuan untuk mendukung Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan menengah pertama dan pendidikan non formal. Untuk mencapai tujuan itu, DBE3 telah mengembangkan dan melaksanakan program pelatihan guru di enam propinsi, yaitu: Sumatra Utara, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Untuk keperluan pelatihan tersebut dikembangkanlah modul dengan nama “Pengajaran Profesional dan Pembelajaran Bermakna 2”.

Modul ini terdiri atas sembilan unit (Unit 1–9), tetapi tidak semua unit disajikan di setiap tingkatan pelatihan. ToT di tingkat Nasional dan tingkat Provinsi menggunakan semua unit, sedangkan pelatihan di kabupaten hanya menggunakan Unit 1 sampai dengan Unit 6.

Unit 1: Pembelajaran Kontekstual dalam Pengembangan Kecakapan Hidup. Unit ini membahas potensi pembelajaran kontekstual dalam mengembangkan kecakapan hidup. Analisis yang digunakan pada unit ini memungkinkan peserta untuk terus mengidentifikasi kemungkinan penggunaan pembelajaran kontekstual dalam mengembangkan kecakapan hidup.

Unit 2: Bagaimana Merancang Pembelajaran untuk Mengembangkan Kecakapan Hidup? Unit ini terdiri atas tiga sub unit yaitu sub Unit 2A: Pertanyaan/Tugas yang Mendorong Siswa untuk

Berbuat dan Berpikir Tingkat Tinggi. Pada sub unit ini peserta akan dilatih bagaimana merumuskan pertanyaan tingkat tinggi (menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi) sehingga mereka dapat melengkapi pembelajarannya dengan pertanyaan tersebut. Sub Unit 2B: Pemecahan Masalah, berisi bagaimana guru dapat memasukkan pemecahan masalah secara individu dan kelompok untuk mengembangkan kecakapan akademik dan sosial dalam proses pembelajaran yang dilakukan. Sub Unit 2C: Pembelajaran Kooperatif. Sub Unit ini membahas secara praktis pembelajaran kooperatif untuk pengembangan kecakapan personal dan sosial siswa.

Unit 3: Bagaimana Menciptakan Lingkungan Kelas yang Mendorong Siswa untuk Belajar. Unit ini  secara praktis dan mendalam membahas bagaimana penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar. Banyak dampak positif yang dapat diperoleh dengan menciptakan lingkungan belajar ini, misalnya, pencapaian tujuan pembelajaran menjadi lebih mudah, iklim belajar kondusif, dan sebagainya.

Unit 4: Persiapan dan Praktik Mengajar. Unit ini akan memfasilitasi guru agar bisa membuat ersiapan mengajar dengan menggunakan pembelajaran kontekstual yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan bekerjasama, sekaligus mempraktikannya di sekolah latihan.

Unit 5: Bagaimana Peran Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah dalam meningkatkan mutu Pembelajaran? Pada unit ini dipaparkan secara praktis bagaimana PS dan KS, sebagai unsur kunci di samping guru, dapat memberikan andil dalam melakukan pembaharuan guna peningkatan mutu pembelajaran di sekolahnya.

Unit 6: Bagaimana Membuat Rencana Tindak Lanjut. Pelatihan akan sangat bermanfaat apabila ditindaklanjuti dengan langkah nyata penerapan gagasan yang diperoleh dalam pelatihan. Unit ini akan memberi fasilitasi kepada tiga unsur kunci pembaharuan di sekolah (Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas) dalam membuat Rencana Tindak Lanjut: Apa saja yang perlu dilakukan di sekolah segera setelah pelatihan berakhir.

Unit 7: Bagaimana Melakukan Pendampingan yang Efektif? Unit ini memberikan ketrampilan kepada peserta dalam memberikan pendampingan dengan baik dan benar, sehingga pihak yang didampingi akan merasa nyaman, tertarik, dan tertantang untuk melaksanakan pembaharuan pembelajaran.

Unit 8: Bagaimana Memberdayakan MGMP? Kegiatan MGMP adalah kegiatan yang sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme guru. Kegiatan MGMP harus benar-benar merupakan kegiatan praktis yang dibutuhkan oleh guru.

Unit 9: Bagaimana Menjadi Fasilitator yang Efektif? Unit ini memberikan ketrampilan dan pemahaman kepada peserta untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan selama persiapan, pelaksanaan, dan pasca-pelatihan.

Penyusunan pembelajaran di tiap sesi dalam modul ini menggunakan kerangka sederhana yang disebut ICARE. Pendekatan ini meliputi lima unsur kunci pengalaman pembelajaran, yaitu: Introduction (Kenalkan), Connection (Hubungkan), Application (Terapkan), Reflection (Refleksi), dan Extension (Kegiatan Lanjutan).

Penggunaan kerangka ICARE dimaksudkan untuk memastikan bahwa para peserta memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari. Pendekatan ini adalah pendekatan yang hanya digunakan selama pelatihan. Pendekatan pengajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas tidak harus menggunakan pendekatan ini. 

Unduh BTL 2 pdf









Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: