Artikel
Detail Artikel

Karyawisata dalam Pembelajaran Menulis Laporan

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00545
  • Views: 2272
  • Last Updated: 02/05/2013 11:29:32





Siswa sangat menikmati kegiatan berkarya wisata sambil menulis laporan. Secara berkelompok siswa berkaryawisata ke luar kelas guna mempraktikkan hal-hal yang didapat di dalam kelas.

 


Siswa tengah menggali informasi di kantin Mang Heru dan Mang Uden sebagai bahan laporan.

Mula-mula guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada kompetensi dasar ”Menulis laporan dengan bahasa yang baik dan benar”, yaitu agar para siswa: (1) mampu melakukan kegiatan observasi dan wawancara untuk keperluan penulisan laporan yang mengandung unsur ekonomi; (2) mampu menyusun kerangka laporan berdasarkan urutan tempat (ruang), waktu, atau kegiatan; (3) mampu mengembangkan kerangka laporan ke dalam beberapa paragraf dengan menggunakan bahasa yang komunikatif; dan (4) mampu menyunting kembali isi laporan dengan memperhatikan ketepatan struktur kalimat, penggunaan ejaan, dan tanda baca.  

Untuk mewujudkan cooperative learning, guru mengeluarkan kertas berbentuk segi tiga, persegi, empat persegi panjang, lingkaran, bulan sabit, bintang, donat, dan bunga matahari dengan delapan warna. Potongan-potongan kertas itu kemudian dimasukkan ke dalam kotak kapur. Ketua kelas kemudian berkeliling  menyodorkannya kepada seluruh siswa untuk mengambil salah satu potongan kertas berwarna-warni tadi. Selanjutnya, para siswa dipersilakan untuk bergabung membentuk kelompok dan memberi nama  kelompoknya dengan nama media cetak yang menjadi favorit mereka.

 

Untuk menanamkan pengertian tentang pentingnya ketelitian dalam observasi (pengamatan), siswa dihibur dengan cerita jenaka yang disajikan guru. Ketika bercerita, guru bersungguh-sungguh memperlihatkan karakter sesuai dengan karakter yang diceritakan sehingga para siswa merasa terkesan dan terhibur. Pesan yang tersirat juga dapat tertangkap oleh mereka.

Kegiatan selanjutnya, setiap kelompok menyimak dan mengamati model laporan yang divisualisasikan guru melalui laptop dan infocus. Model laporan ini dibuat sendiri oleh guru guna mendapat kesesuaian dengan tujuan pembelajaran. 

Bilamana para siswa selesai mencermati model laporan tersebut, guru membagikan LK yang memuat 10 buah soal dengan dua alternatif jawaban, benar (B) dan salah (S). Soal-soal itu menguji informasi-informasi yang didapat dari model laporan yang dicermati para siswa. 

Setelah para siswa mengerjakan LK, mereka diminta untuk saling menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok lain untuk dievaluasi. Kunci jawaban dibacakan oleh guru. Kelompok yang nilainya paling tinggi, ketuanya dikalungi ”bintang emas” yang sudah disiapkan oleh guru.

Pelatihan berikutnya adalah mendaftar hal-hal yang dilaporkan dalam model laporan. Selain itu, cara mengutip informasi dari narasumber pun dilatihkan oleh guru. Hal ini dimaksudkan agar siswa mendapat gambaran tentang laporan yang akan ditulis. Guru kembali membagikan LK yang di dalamnya memuat 15 hal yang dilaporkan. Para siswa  membubuhkan tanda centang (v) jika sesuai dengan isi dari model laporan dan memberikan tanda silang (x) jika tidak sesuai. Untuk LK cara mengutip informasi dari narasumber, dibuat contoh lima buah kalimat (langsung dan tak langsung) untuk diubah oleh para siswa dengan kalimat yang sebaliknya.

Para siswa lalu ditugaskan secara berkelompok untuk ”turun gunung” atau karyawisata ke luar kelas guna mempraktikkan hal-hal yang didapat di dalam kelas. Akan tetapi, pengumpulan data dilakukan secara individu. Mereka diminta  mengamati salah satu objek yang diminati, yaitu kantin yang ada di areal sekolah. Hasil pengamatan  dikumpulkan dan diolah oleh tiap-tiap kelompok sehingga diperoleh berbagai data dan fakta yang lengkap serta akurat sebagai bahan menulis laporan. Kegiatan ini diakhiri dengan presentasi singkat setiap kelompok melalui perwakilannya. 

Selanjutnya, secara individual, siswa  mengembangkan data dan fakta yang diperoleh menjadi laporan. Laporan yang dihasilkan ditempel di dinding kelas. Kegiatan berikutnya adalah ”wisata hasil karya”, yakni melihat-lihat hasil karya teman lain. Kegiatan ini berfungsi sebagai studi komparatif. 

Guru mengevaluasi hasil kerja mereka, mendemonstrasikan penyuntingan, dan memberikan penghargaan kepada seluruh kelompok dengan yel-yel khas SMP Negeri 2 Cikajang, yaitu tepuk ”Fanatik Fantastik”. Tugas rumah untuk siswa adalah membaca kembali dan menyunting karyanya sehingga menjadi karya yang baik.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
Cikajang, Garut
Provinsi
:
Jawa Barat
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Selama ini tidak banyak guru yang memberikan pengalaman belajarnya secara aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Tujuan praktik yang baik
:

Menulis laporan dengan bahasa yang baik dan benar

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Siswa berkelompok 
  2. Guru menyajikan cerita jenakan untuk apersepsi. 
  3. Guru memvisualkan model laporan. 
  4. Guru membagikan LK ke-1.
  5. Siswa mengerjakan LK lalu menukarkannya dengan kelompok lain. 
  6. Kelompok saling evaluasi. 
  7. Siswa dalam kelompok mendaftar hal-hal yang dilaporkan dalam model laporan.
  8. Guru membagikan LK ke-2
  9. Siswa karyawisata ke luar kelas.
  10. Siswa mengumpulkan data secara individu.
  11. Siswa  mengamati objek. 
  12. Tiap kelompok menulis laporan.
  13. Presentasi singkat setiap kelompok melalui perwakilannya.
  14. Secara individual, siswa  mengembangkan data dan fakta menjadi laporan. 
  15. Menempel laporan di dinding kelas.
  16. Wisata hasil karya untuk studi komparatif.
  17. Guru mengevaluasi hasil kerja, mendemonstrasikan penyuntingan, dan memberikan penghargaan kepada seluruh kelompok. 
  18. Guru member tugas rumah untuk siswa
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

Siswa belajar dalam kondisi aktif, kreatif, dan menyenangkan sehingga hasil penulisan laporan menjadi maksimal.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Baren Barnabas, S.Pd, Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Cikajang, Garut, Jawa Barat





Artikel Terkait :

Pembelajaran IPA: Membuat Pupuk Kompos Padat dan Pupuk Kompos Cair
Video Geografi 2. Jalan-Jalan ke Sukabumi
Video Bahasa Inggris 2. Model Idol
Video Geografi 10. Murid Asing di Sekolahku
Drama Satu Babak Proses Reproduksi pada Manusia


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: