Artikel
Detail Artikel

Pembelajaran Bahasa Indonesia: Menulis Buku Harian

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00537
  • Views: 4049
  • Last Updated: 30/04/2013 16:54:47





Hasil menulis buku harian  melalui diskusi kelompok kecil lebih memuaskan. Dalam kelompok, mereka saling memberi masukan dalam mengerjakan tugas.

(Untuk informasi lengkap cara mengaplikasikan pengajaran profesional dan pembelajaran bermakna di SMP/MTs pada kelas awal, silahkan Klik BTL_1, BTL_2BTL_3, BTL_4_MGMP)

 


Siswa berdiskusi kelompok mengenai materi pembelajaran.

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang masih dianggap paling sulit dikuasai siswa. Hal itu adalah kenyataan yang ditemukan di lapangan. Oleh karena itu, aspek menulis perlu mendapat perhatian yang besar dalam pembelajaran keterampilan berbahasa. Diperlukan adanya model pembelajaran menulis yang dapat menumbuhkan minat dan semangat siswa.

Bertolak dari hal di atas, dalam pembelajaran ”Menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan dengan bahasa yang baik dan benar” (KD 4.1), digunakan model pembelajaran diskusi kelompok kecil (small groups discusion).  Model ini dilakukan agar setiap siswa memiliki pengalaman pribadi  maupun pengalaman berinteraksi dengan teman sekelompoknya serta mendapat masukan dari kelompok lain dalam mengerjakan tugas (LK).


Adapun gambaran rinci kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut.

a. Kegiatan Awal (10 menit)
Pada tahap ini siswa diberikan informasi mengenai materi ajar, yaitu kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian, siswa diajak bertanya jawab (curah pendapat atau pengalaman berkaitan dengan materi ajar).

b. Kegiatan Inti  ( 60 menit)

  1. Siswa dikelompokkan secara acak dengan mempertimbangkan keheterogenan kemampuan mereka. Setiap kelompok terdiri atas 5-6 siswa. Setiap siswa secara individu menyelesaikan Lembar kerja yang berisi contoh catatan harian.
  2. Dalam kelompok, setiap siswa berperan aktif  memberikan pendapat sesuai dengan tugas yang telah diberikan (unsur-unsur buku harian). Setiap kelompok lalu mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
  3. Seluruh Siswa memejamkan mata sambil mendengarkan cerita yang dibawakan oleh guru.  Kemudian, mereka menuliskan hal yang ada dalam cerita tersebut ke dalam bentuk buku harian dengan mempertimbangkan unsur-unsurnya secara individu. Hal ini dilakukan agar tema yang ada dalam buku harian sama.  Setiap hasil karya individu diputar dalam satu kelompok agar mendapat penilai dari teman satu kelompok dengan menggunakan rubrik penilain. Tiga Karya terbaik dalam satu kelompok mewakili kelompok untuk ditempel dalam kertas plano yang kemudian akan dipamerkan ke kelompok lain.
  4. Setiap kelompok melihat dan menilai hasil karya kelompok lain dengan memberi komentar sesuai dengan rubrik penilaian.
  5. Bersama guru siswa menetukan karya terbaik. Penulis karya terbaik tersebut membacakan hasil karyanya di depan kelas dan mendapatkan hadiah dari guru.

 

c. Kegiatan Penutup (10 Menit)

 

  1. Pada kegiatan ini, guru memberikan penguatan tentang pentingnya menulis buku harian dan manfaat yang diperoleh siswa apabila memilki kebiasaan menulis buku harian.
  2. Siswa diberikan tugas individu menulis buku harian berdasarkan pengalaman pribadinya.
  3. Siswa diminta menuliskan penilain tentang proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. 

 

Model Pembelajaran  tersebut mendapat respon/tanggapan positif dari siswa, terutama saat mereka diajak memejamkan mata sambil mendengarkan cerita guru. Kondisi tersebut membuat siswa dapat mengimajinasikan hal-hal atau situasi yang ada dalam cerita dan memudahkan mereka menulis cerita itu ke dalam bentuk buku harian. 

Selain mengetahui adanya perbedaan kesan siswa meskipun cerita yang didengarnya sama,  siswa juga merasa mendapat pengalaman baru dalam melakukan aktivitas belajarnya. Dengan belajar menulis buku harian, siswa juga memperoleh pengetahuan tentang cara menyunting tulisan siswa lain, menghargai  masukan siswa lain untuk perbaikan karyanya. Dalam refleksinya, siswa mengharapkan agar setiap pembelajaran dapat menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan sehingga mereka juga senang/tidak bosan mengikuti pembelajaran.

 





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
Kabupaten Tuban Jawa Timur
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masih dianggap paling sulit dikuasai siswa.

Tujuan praktik yang baik
:

Siswa dapat menulis buku harian atau pengalaman pribadi dengan memperhatikan cara pengungkapan dan dengan bahasa yang baik dan benar

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
diskusi kelompok kecil (small groups discussion). 
a. Kegiatan Awal (10 menit)
  • siswa diberikan informasi mengenai materi ajar, yaitu kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
  • siswa diajak bertanya jawab
b. Kegiatan Inti  ( 60 menit)
  • Siswa dikelompokkan secara acak 5-6 siswa.
  • Setiap siswa secara individu menyelesaikan Lembar kerja yang berisi contoh catatan harian.
  • Setiap siswa berperan aktif  memberikan pendapat sesuai dengan tugas yang telah diberikan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
  • Seluruh siswa memejamkan mata sambil mendengarkan cerita yang dibawakan oleh guru. 
  • Siswa menuliskan hal yang ada dalam cerita ke dalam bentuk buku harian
  • Setiap kelompok melihat dan menilai hasil karya kelompok lain dengan memberi komentar sesuai dengan rubrik penilaian.
  • Bersama guru siswa menetukan karya terbaik.
  • Penulis karya terbaik tersebut membacakan hasil karyanya di depan kelas dan mendapatkan hadiah dari guru.
 c. Kegiatan Penutup (10 Menit).
  • guru memberikan penguatan
  • Siswa diberikan tugas individu menulis buku harian berdasarkan pengalaman pribadinya.
  • Siswa diminta menuliskan penilain tentang proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

Siswa dapat mengimajinasikan hal-hal atau situasi yang ada dalam cerita dan memudahkan mereka menulis cerita itu ke dalam bentuk buku harian. 

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Nanang Syafi’i, Distrik Fasilitator DBE3 Kabupaten Tuban, Jawa Timur





Artikel Terkait :

Mudahnya Membuat Leaflet
Pembelajaran Bahasa Indonesia: Jurnal Refleksi, Modal Guru Profesional
Video Bahasa Inggris 1. It's Over There
Video Implementasi MBS di SDN Maron Wetan 1 Probolinggo, Jawa Timur
Pembelajaran IPA: Membuat Pupuk Kompos Padat dan Pupuk Kompos Cair


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar