Artikel
Detail Artikel

Pembelajaran Bahasa Indonesia: Musikalisasi Puisi dengan Parade Band

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00495
  • Views: 25320
  • Last Updated: 08/05/2013 10:46:57





Parade band musikalisasi puisi siap dimulai. Para siswa pun antusias unjuk kreativitas di kelas.

(Untuk informasi lengkap cara mengaplikasikan pengajaran profesional dan pembelajaran bermakna di SMP/MTs pada kelas awal, silahkan Klik BTL_1, BTL_2BTL_3, BTL_4_MGMP)


Para siswa tampil dengan grup bandnya dalam pembelajaran musikalisasi puisi.

Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas IX, terdapat KD menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun. Baren Barnabas Guru SMPN 2 Cikajang Garut mengembangkan strategi untuk pencapaian KD tersebut, yaitu dengan Parade Band. Alokasi waktu disiapkan enam jam pelajaran untuk tiga kali pertemuan.

 

Pertemuan pertama, PBM difokuskan pada pemahaman tujuan pembelajaran, penjelasan materi musikalisasi puisi disertai contoh, diperdengarkannya sebuah lagu puitis ”Saat Terakhir” dari grup band ST 12, kemudian bersama-sama menentukan suasana lagu tersebut ditinjau dari susunan kata, cara menyanyikan, serta iringan musiknya. Kemudian siswa berkelompok 4-6 orang. Mereka diberikan LK berupa puisi berjudul ”Buat Saudara Kandung” karya Hartojo Andangdjaja untuk dianalisis dari segi suasananya lengkap dengan alasan yang disertai kutipan kata-kata kuncinya. 

Keseluruhan LK kemudian dipajang di dinding kelas dan setiap kelompok diberi kesempatan untuk saling melihat hasil karyanya dan membubuhkan komentar. Terakhir, siswa dan guru melakukan refleksi atas pembelajaran saat itu.  Sebagai PR, setiap kelompok ditugaskan untuk menghubungkan suasana puisi dengan nada dan irama yang pas untuk mengiringinya. 

Pada pertemuan kedua, di awal bertanya jawab tentang menghubungkan suasana puisi dengan irama musikalisasi puisi yang telah ditugaskan. Berikutnya, setiap kelompok dipersilakan untuk bersiap-siap menampilkan musikalisasi puisi yang telah digubahnya. Agar lebih kental nuansa parade band-nya, mereka juga diwajibkan memberi nama kelompoknya dengan nama yang mencerminkan sebuah band. Tentu saja nama yang baru, bagus, pantas, komersil, bermakna, mudah diingat, serta memiliki konotasi positif. 

Rubrik penilaian pun disusun bersama-sama dilanjutkan dengan pengundian untuk urutan penampilan. Saat sebuah band menampilkan musikalisasi puisinya, kelompok band lainnya melakukan penilaian. Oleh juru bicara setiap kelompok, hasil penilaian itu kemudian dipresentasikan dan diserahkan kepada kelompok yang bersangkutan. Selanjutnya, siswa dan guru melakukan refleksi sekaligus merencanakan pembelajaran musikalisasi puisi pada pertemuan ketiga atau terakhir. Disepakati, setiap kelompok diberi keleluasaan untuk menentukan sendiri puisi yang akan dimusikalisasi, baik puisi karya sendiri maupun orang lain. Sebagai motivasi kepada siswa agar tampil lebih all out, guru berjanji untuk menampilkan band dengan musikalisasi puisi terbaik pada acara perpisahan nanti. 

Pertemuan ketiga, seluruh band telah bersiap mengikuti parade band musikalisasi puisi. Bermacam-macam alat musik mereka bawa. Pembelajaran dimulai dengan tanya jawab seputar tugas yang diberikan, kendala yang dihadapi, serta tata cara penyelenggaraan parade band dalam menampilkan musikalisasi puisi. Mereka disarankan agar memperkenalkan setiap anggota kelompoknya dan fungsinya dalam kelompok itu, apakah sebagai vokalis, backing vocal, gitaris (melodi dan rhythm), basis, dan lain-lain. 

Penilaian difokuskan pada kesesuaian suasana puisi dengan iringan musik, kekompakan kelompok dalam menampilkan musikalisasi puisi, serta kreativitas mereka dalam mengemas pertunjukannya.  Ditinjau secara keseluruhan, pertunjukan parade band dalam musikalisasi puisi ini sangat menggairahkan para siswa. Beberapa kendala memang ditemui. Minimnya alat musik (terutama drum) yang dimiliki. Hal ini dapat diatasi dengan merujuk pada pepatah ”tak ada rotan, akar pun berguna”, yakni dengan cara mendayagunakan alat musik atau benda lainnya yang identik, seperti gendang, galon air mineral, atau bahkan dengan meja belajar yang ada di kelas. 

Beberapa kelompok yang takut lupa akan teks puisi diperbolehkan untuk membawa teks puisinya ketika tampil. Sementara itu, mengenai jenis kelompok diberi kebebasan saja, bisa homogen atau heterogen.

 





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMPN 2 Cikajang Garut
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

KD menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun, merupakan KD yang sulit untuk difasilitasi dalam pembelajaran terutama karena terbatasnya peralatan musik. Akhirnya cenderung pembelajaran tidak sesuai dengan pencapaian KD.

Tujuan praktik yang baik
:

Memfasilitasi siswa untuk dapat menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

 

 

  • Pertemuan pertama, difokuskan pada pemahaman materi musikalisasi puisi disertai contoh.
  • Siswa berkelompok 4-6 orang mendapat LK berisi puisi untuk dianalisis dari segi suasananya lengkap dengan alasan yang disertai kutipan kata-kata kuncinya. 
  • Keseluruhan LK kemudian dipajang di dinding kelas dan setiap kelompok diberi kesempatan untuk saling melihat hasil karyanya dan membubuhkan komentar. 
  • Pertemuan kedua, difokuskan penampilan setiap kelompok dengan musikalisasi puisi yang telah digubahnya. 
  • Rubrik penilaian disusun bersama antara guru dan siswa. Saat sebuah band menampilkan musikalisasi puisinya, kelompok band lainnya melakukan penilaian. Oleh juru bicara setiap kelompok, hasil penilaian itu kemudian dipresentasikan dan diserahkan kepada kelompok yang bersangkutan.
  • Pertemuan ketiga, seluruh band mengikuti parade band musikalisasi puisi dengan membawa brmacam-macam alat musik. Penilaian difokuskan pada kesesuaian suasana puisi dengan iringan musik, kekompakan kelompok dalam menampilkan musikalisasi puisi, serta kreativitas mereka dalam mengemas pertunjukannya.

 

 

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

 

 

  • Pembelajaran dapat sesuai dengan pencapaian KD 
  • Seluruh siswa dapat menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi dengan berpedoman pada kesesuaian isi puisi dan suasana/irama yang dibangun.

 

 

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

 

Penulis: Dindin (Communication Officer DBE3 – Jawa Barat dan Banten)

Pelaku: Baren Barnabas Guru SMPN 2 Cikajang Garut

 





Artikel Terkait :

Cara Mudah Menulis Cerpen
Pembelajaran Bahasa Indonesia: Menulis Berita dengan Metode Kuis Gambar Kelompok
Wayang Bicara
Mengubah Ketidakdisiplinan dengan Pendekatan Partisipatif
Pembelajaran Bahasa Indonesia: Alam sebagai Sumber Inspirasi Penulisan Puisi


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar