Artikel
Detail Artikel

Pembelajaran Berbudaya Lingkungan

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01103
  • Views: 1385
  • Last Updated: 25/07/2012 16:25:54





Dengan menerapkan pembelajaran berbudaya lingkungan, SD Negeri Nogopuro, Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta berhasil mendapat Piala Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional. Apa yang dilakukan sekolah ini?

Siang itu, saat istirahat kedua tiba, salah seorang siswa berlari mendekat kepadaku. Anak tersebut bernama Bayu. Bayu berkata, “Bu Harni, di luar ada seorang bapak yang merokok di halaman sekolah. Gimana Bu, apa saya boleh melarang bapak itu supaya tidak merokok di sekolah ?” Aku sangat kaget dengan pertanyaan Bayu. Akupun menjawab, ”Boleh, tapi Bayu harus sopan. Katakan begini, maaf pak, di sekolah tidak boleh merokok.” Bayu berlari keluar dan mendekati bapak tersebut. Dengan tersipu malu, bapak tersebut mematikan rokok dan membuangnya di tempat sampah. Saya bangga dengan Bayu. Dia sudah bisa menjadi agen perubahan lingkungan walaupun dalam hal kecil.

Cerita di atas terjadi ketika Bayu melihat seorang bapak merokok di halaman sekolah. Dia tahu bahwa merokok itu mengganggu kesehatan. Bayu merasa terganggu dengan sesuatu yang tidak semestinya ada di sekolah. Hal ini merupakan salah satu keberhasilan pembelajaran berbudaya lingkungan. Keberhasilan lainnya, siswa lebih peduli terhadap lingkungan, mampu mendaur ulang sampah, melakukan penghematan energi dan lain-lain.

Saya teringat beberapa waktu lalu, ketika pembelajaran berbudaya lingkungan belum dilaksanakan. Keadaan sekolah sangat kotor, jajanan di sekolah kurang terkontrol, dan siswa belum mampu memperlakukan sampah dengan baik.

Langkah awal pembelajaran berbudaya lingkungan adalah dengan mengadakan sarana prasarana antara lain alat kebersihan, komposter, biopori, tempat pemilahan sampah dan lain-lain. Setelah sarana dan prasana dimiliki, langkah selanjutnya adalah membuat kesepakatan dengan siswa tentang pembiasaan-pembiasaan baik berbasis lingkungan yang harus dilakukan siswa setiap pagi hari dan pulang sekolah secara bergantian. Misalnya, piket harian kelas bergantian (menyapu halaman, memilah sampah, menyiram tanaman, mengontrol komposter dll), tentu saja guru ikut serta dalam piket. Menyusun materi pembelajaran tentang lingkungan, antara lain, pemeliharaan Sumber Daya Alam (SDA) dan penghematan, pengelolaan sampah dan lain-lain.

 Siswa mendaur ulang sampah plastik
Siswa mendaur ulang sampah plastik

 Berbagi tanaman
Berbagi tanaman

 Membuat sirup markisa
Membuat sirup markisa

 Membersihkan kolam ikan
Membersihkan kolam ikan

 Suasana kelas penuh dengan hasil karya
Suasana kelas penuh dengan hasil karya

 Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan tanaman

 Pembuatan biopori
Pembuatan biopori

 Pembuatan kompos
Pembuatan kompos


Prestasi terbaik adalah menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional Tahun 2012, mendapatkan penghargaan dari Kementrian Lingkungan Hidup.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SD N Nogopuro, Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
sekolah
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
Kurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan, misalnya tentang kesehatan diri sendiri, sampah, pemeliharaan tanaman, kebersihan kelas dan sebagainya. Keadaan sekolah yang kotor, jajanan di sekolah yang kurang sehat, tanaman kurang tertata dan sikap siswa dalam melihat keadaan tersebut  menjadi keadaan yang cukup memprihatinkan.
Tujuan praktik yang baik
:
Meningkatkan kepedulian dan mengubah perilaku siswa menjadi berbudaya lingkungan.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

  • Mengadakan sarana prasarana : Alat kebersihan, komposter, biopori, tempat pemilahan sampah.
  • Membuat kesepakatan dengan siswa tentang pembiasaan-pembiasaan baik berbasis lingkungan yang harus dilakukan siswa setiap pagi hari dan pulang sekolah secara bergantian, misalnya: Piket harian kelas bergantian (menyapu halaman, memilah sampah, menyiram tanaman, mengontrol komposter dll), tentu saja guru ikut serta dalam piket.
  • Menyusun materi pembelajaran tentang lingkungan, antara lain: Pemeliharaan Sumber Daya Alam (SDA) serta penghematan, pengelolaan sampah dan lain-lain.
  • Melaksanakan  proses pembelajaran berbudaya lingkungan dengan melakukan pembiasaan di pagi hari dan berbagai praktek pengelolaan lingkungan (pemilahan sampah, daur ulang, pembuatan biopori, penghematan SDA, dll )

Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:

  • Siswa lebih peduli terhadap lingkungan, diri sendiri dan sekitar.
  • Perilaku siswa dalam memandang sampah lebih positif.
  • Siswa mempunyai keterampilan mendaur ulang sampah.
  • Mendapat Piala Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional.

Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:
Harni, S.Pd
SD N Nogopuro, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY
No.HP : 0274 7469553 / 087838396526
Email   : harni.bntm@gmail.com




Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Sheila Clorinda (FKIP UNIV LANGLANGBUANA BANDUNG)

  • Pembelajaran yang sangat baik untuk siswa, memang sudah seharusnya perlu ditanamkan Pembelajaran ini sejak dini mulai dari tingkat SD agar dapat merubah sikap dan perilaku siswa maupun masyarakat pada umumnya terhadap lingkungan di sekitarnya. tambahan ju
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Nuri Asri Rachmawati (FKIP UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG)

  • Sebuah pembelajaran yang baik, contoh baik juga bagi sekolah- sekolah lainnya .... dengan membudayakan siswa terbiasa dengan sekolah berbudaya lingkungan seperti ini, siswa dapat belajar lebih dini untuk lebih mengenali lingkungannya dan dapat membedakan
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Anik Purwati

  • wah, bagus sekali. selamat ya, smoga tahun depan tetap jadi juara nasional.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • Octavianti Paramita

  • Pembelajaran yang bagus, dan patut dicontoh.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • tukiman

  • semoga terus berinovasi
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • sigit hariyadi

  • maju terus ibu... cintai lingkungan maka lingkungan akan mencintai kita hihihihi
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • salamah,wonosobo,30,guru

  • wah hebat sekali.
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • nikmah nurbaity

  • wow...luar biasa..seandainya setiap sekolah menjalankan pembelajaran berbudaya lingkungan seperti ini, kita bisa menyelamatkan dunia...
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: