Artikel
Detail Artikel

Pembelajaran IPA: Membuat Pupuk Kompos Padat dan Pupuk Kompos Cair

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00599
  • Views: 5934
  • Last Updated: 30/04/2013 17:29:04





Lingkungan di sekitar MTs Islamiyah Balen Kabupaten Bojonegoro yang dekat dengan pedesaan telah menginspirasi Yeni Indrawati, S.Pd, guru IPA MTs Islamiyah Balen untuk menerapkan sebuah pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan realita. Dalam pembelajaran IPA, Yeni Indrawati mengajak siswanya untuk berpraktik membuat pupuk kompos.

Kompos adalah pupuk yang dibuat dari sampah organik (kotoran ternak, sisa tanaman, sisa buah-buahan). Pembuatannya tidak terlalu rumit, tidak memerlukan tempat luas dan tidak memerlukan banyak peralatan dan biaya. Kompos merupakan pupuk yang berguna untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi (zat makanan) bagi tumbuhan. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik. 

Ada dua macam pupuk kompos, yaitu pupuk kompos padat dan pupuk kompos cair. Perbedaan kedua jenis pupuk tersebut terletak dari bahan dasarnya. Pupuk kompos padat berbahan dasar kotoran hewan, sedangkan pupuk kompos cair berbahan dasar buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan. Bahan dasar tersebut dengan mudah diperoleh siswa dari lingkungan sekitar. 

Dalam pembuatan kompos, sampah organik secara alami akan mengalami penguraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, dan jamur. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara, dan kelembaban yang sesuai. Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos. Biasanya dalam 4 – 6 minggu kompos sudah jadi. 

Dalam proses pengomposan akan timbul panas karena aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba menghancurkan bahan organik dan mengubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untuk pengomposan dan harus dipertahankan adalah 45-650 C. Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap 7 hari.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
MTs Islamiyah Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Kompos merupakan pupuk yang berguna untuk memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi (zat makanan) bagi tumbuhan. Mikroba yang ada dalam kompos akan membantu penyerapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Tanah akan menjadi lebih gembur. Tanaman yang dipupuk dengan kompos akan tumbuh lebih baik.

Tujuan praktik yang baik
:
  1. Siswa dapat memahami saling ketergantungan dalam ekosistem.
  2. Siswa dapat membuat pupuk kompos padat dan cair dengan mudah.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Pembelajaran dapat menggunakan pembelajaran berbasis projek membuat kompos sebagai upaya mengatasi pencemaran sampah, memperbaiki lingkungan yang rusak karena pemakaian pupuk sintetik, serta melestarikan organisme pengurai.
  2. Siswa ditugasi untuk membuat pupuk kompos secara berkelompok. Waktu pelaksanaan 4 minggu, sehingga ada kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar jadwal pelajaran.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  1. Siswa lebih bersemangat belajar karena pembelajaran lebih kontekstual dan dekat dengan siswa.
  2. Siswa mendapat pengalaman baru yang bisa diterapkan di dalam kehidupan nyata, yaitu membuat pupuk.
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Yeni Indrawati, S.Pd, guru IPA MTs Islamiyah Balen Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.





Artikel Terkait :

Pembelajaran IPA: Mobil Tenaga Angin
Belajar Bahasa Inggris melalui Drama? Siapa Takut…!
Pembelajaran IPA: Belajar Bioteknologi Melalui Pembuatan Nata De Coco Sebagai Aplikasi Pembelajaran Life Skill
Melaporkan Peristiwa
Pembelajaran Obibul Mabuba Membantu Meningkatkan Aspek Kognitif dan Kinestetik Siswa


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: