Artikel
Detail Artikel

Pembelajaran IPS: Menemukan Wallace-Weber di Pangaribuan

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00577
  • Views: 1612
  • Last Updated: 30/04/2013 16:59:48





Miduk Gultom, Guru IPS SMPN 2 Pangaribuan, Tapanuli Utara, memanfaatkan hutan, sawah dan belantara yang menjadi penghias sekolah menjadi sumber belajar.  

MODEL ini saya gunakan untuk mengajar kompetensi dasar mengenal tumbuhan dan hewan di daerah tropis. Secara teori, pembagaian wilayah tumbuhan dan hewan di daerah tropis sudah dilakukan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Carl Wilhelm Weber. Saya tidak mau mengajarkan teori tetapi siswa dipertemukan langsung dengan gagasan Wallace-Weber di lapangan. Saya memberikan penjelasan singkat tentang teori Wallace-Weber untuk membantu siswa. Siswa saya minta merumuskan hasil bacaannya secara berkelompok. Setelah itu mereka membaca hasil diskusinya.


Siswa menunjukkan hasil temuannya.

Kesimpulan siswa cukup menarik. Tapi itu belum cukup bagi saya. Saya meminta siswa untuk mencari tumbuhan dan hewan seperti yang mereka presentasikan. Mereka harus mencari di hutan, sawah dan belantara yang ada di sekitar sekolah maupun rumah mereka. Saya juga meminta siswa membuat maket hutan sederhana dan peta penyebaran flora dan fauna berdasarkan teori Wallace-Weber.

Siswa saya menunjukkan keterampilannya menangkap binatang dan mengenali tumbuhan. Tangan mereka dengan cekatan menangkap burung, katak, kadal dan bahkan ular yang sedang melintas di sawah. Begitu pula dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di semak belukar, mereka tidak begitu kesulitan mengenalinya.

Setelah binatang dan tumbuhan yang dicari sudah didapatkan, siswa meneruskan tugas membuat maket hutan serderhana dan peta Wallace-Weber. Mereka menggunakan potongan triplek dan kayu bekas untuk membuat maket. Triplek dibuat menjadi kotak persegi, lalu diisi dengan tanah dan pasir. Di atas tanah dan pasir itu mereka menanam tumbuh-tumbuhan yang mewakili daerah tropis seperti pakis, jamur dll.

Sedangkan untuk membuat peta Wallace-Weber, siswa menggunakan buah ubi kayu dan tepung kanji. Buah ubi mereka bersihkan lalu direbus sampai matang. Setelah matang mereka mencampurkan rebusan ubi dan tepung kanji lalu mencetaknnya seperti pulau-pulau yang ada di Indonesia. Setelah kering, pulau-pulau itu mereka cat dengan cat minyak seadanya. 

Pembelajaran untuk KD ini, dibagi atas dua sesi pembelajaran. Sesi pertama lebih banyak menggunakan sumber-sumber informasi dari buku teks. Sesi kedua, siswa melakukan perburuan hewan dan tumbuhan. 

Kami menutup KD ini dengan presentasi. Siswa membawa hasil buruannya ke dalam kelas, lalu menjelaskan jenis bintang dan tumbuhan itu. Setelah itu siswa menjelaskan peta penyebaran berdasarkan hasil penelitian Wallace-Weber.

Wallace membagi wilayah geografis Indonesia menjadi dua yaitu: Wilayah geografis hewan Asia dan Australia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia; di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis ini dinamai Alfred Russel Wallace, yang menyadari perbedaan sangat jelas ketika ia berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke-19. Garis ini melalui Kepulauan Melayu, antara Borneo dan Sulawesi; dan antara Bali (di barat) dan Lombok (di timur). 

Adanya garis ini juga dicatat oleh Antonio Pigafetta tentang perbedaan biologis antara Filipina dan Kepulauan Maluku. Tercatat dalam perjalanan Ferdinand Magellan pada 1521. Garis ini lalu diperbaiki dan digeser ke Timur (daratan pulau Sulawesi) oleh Weber. Batas penyebaran flora dan fauna Asia lalu ditentukan secara berbeda-beda, berdasarkan tipe-tipe flora dan fauna. Garis ini lalu dinamakan “Wallace-Weber”. Saya puas dengan kerja siswa. Terletak didaerah pedalaman, rupanya menjadi keuntungan tersendiri bagi kami.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMPN 2 Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:

Selama ini pembelajaran IPS cenderung ceramah atau membaca buku teks. Model pembelajaran Menemukan Wallace-Weber di Pangaribuan ini digunakan agar siswa merasakan manfaat IPS lebih nyata.

Tujuan praktik yang baik
:

Siswa dapat mengenal tumbuhan dan hewan di daerah tropis melalui pengalaman langsung.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Siswa membaca buku teks untuk menemukan jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang tergolong tumbuhan tropis.
  2. Guru memberikan penjelasan singkat tentang teori Wallace-Weber untuk membantu siswa. 
  3. Siswa merumuskan hasil bacaannya secara berkelompok dan membaca hasil diskusinya.
  4. Siswa mencari tumbuhan dan hewan seperti yang dipresentasikan. Siswa harus mencari di hutan, sawah dan belantara disekitar sekolah maupun rumah mereka.
  5. Siswa membuat maket hutan sederhana dan peta penyebaran flora dan fauna berdasarkan teori Wallace-Weber.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Siswa mendapatkan sebuah petualangan menarik dan mengasyikkan.
  • Siswa mampu mengklasifikasikan jenis tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar mereka.
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Miduk Gultom, Guru IPS SMPN 2 Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumut.





Artikel Terkait :

Pembelajaran IPA: Gerak Tumbuhan
Menulis Teks Berita
Belanja Pengetahuan di Pasar PIPS
Pembelajaran IPA: Maukah Kalian Mengubah Sampah Jadi Rupiah?
Temuan Tak Terduga dalam Proses Pembelajaran Matematika di SMPN 19 Purworejo


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: