Artikel
Detail Artikel

Pembelajaran IPS: Sejarah Proklamasi dalam Narasi Siswa SMP

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00564
  • Views: 1909
  • Last Updated: 28/05/2012 06:00:48





Melaui sosio drama bertajuk Kronologis Proklamasi siswa tidak sekadar mengetahui peristiwa menjelang proklamasi tetapi juga menghayati peristiwa itu dengan baik.

Sutan Sjahrir berdiri tegak di depan kelas VIII – 1, SMPN 1 Sidikalang, Dairi, Sumut. Dengan lantang Ia berkata, ”Saudara-saudaraku, saya mendengar berita yang menggembirakan bagi kita semua yaitu menyerahnya Jepang terhadap sekutu. Saya mendengar berita itu dari radio luar negeri. Itu berarti terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia.”

Sutan Sjahrir, bapak bangsa Indonesia itu sudah mangkat puluhan tahun lalu. Sjahir hadir dalam bentuk lain di kelas VIII -1. Ia hadir dalam bentuk peran yang dilakokan oleh Windya, siswi kelas VIII.

Tidak cuma Sjahrir yang hadir di kelas itu. Pembelajaran IPA: Chaerul Saleh, Sukarni, Latif Hendraningrat, Singgih, Mohammad Hatta sampai Sukarno juga ada. Mereka semua diperankan oleh siswa dalam sosio drama bertajuk Kronologis Proklamasi.

Sosio drama itu ditulis dan diperankan sendiri oleh siswa. Secara detail mereka menulis setiap peristiwa yang terjadi menjelang kemerdekaan. Siswa merekam baik penculikan Sukarno dan Hatta ke Rengasdengkok di Karawang, Jawa Barat sampai peristiwa pengibaran bendera Merah Putih pertama kali oleh Suhud dan Latif. “Kami mencari dari berbagai sumber,” kata David yang memerankah tokoh pemuda, Chaerul Saleh.

Ibu Darmian Samosir, S.Pd yang mengajar mata pelajaran IPS di kelas VIII -1 menyatakan bahwa sosio drama yang dimainkan siswa itu adalah bagian dari pembelajaran untuk topik sejarah kemerdekaan. Menurut Ibu Darmian, dengan sosio drama siswa tidak sekadar mengetahui peristiwa menjelang proklamasi tetapi bisa menghayati peristiwa itu dengan baik.

Sebelum siswa mementaskan drama yang mereka tulis, siswa mengembangkan keterampilan informasi. Mereka menentukan fokus yang akan dicari, menyusun pertanyaan agar informasi yang dicari lengkap, akurat dan mendalam dari info masa lampau. Setelah itu siswa baru menuliskan naskah dan menentukan alur. ”Mereka bekerja secara berkelompok. Itu cukup menyenangkan bagi siswa, karena mereka punya banyak gagasan,” terang Ibu Darmian.

Ibu Darmian selalu memotivasi agar siswa mampu menyeleksi, menganalisis, mereduksi, mengorganisasi naskah drama sebelum dipentaskan. Ibu Darmian memberikan tambahan informasi yang dibutuhkan agar naskahnya lebih lengkap menggambarkan peristiwa yang sesungguhnya. Setelah itu, Ibu Darmian meminta siswa bekerja secara berkelompok untuk menulis alur naskah dialog drama. 

Rully yang memainkan tokoh Mohammad Hatta mengatakan bahwa proses penulis naskah berlangsung serius. Mereka mencari dari internet dan buku-buku tentang peristiwa itu. Mereka juga menemukan nama-nama yang selama ini jarang didengar seperti Sukarni, Chaerul Saleh, Ahmad Soebandrio dan lain-lain. ”Senang bisa tahu bagaimana bapak bangsa dulu bahu-membahu mempersiapkan proklamasi, tetapi sekarang para pejabat lebih banyak bertengkar dan mementingkan diri dan golongan,” tutur Rully.  





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMPN I Sidikalang, Dairi, Sumut
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
Sosio drama yang dimainkan siswa itu adalah bagian dari pembelajaran untuk topik sejarah kemerdekaan.
Tujuan praktik yang baik
:
Siswa tidak sekadar mengetahui peristiwa menjelang proklamasi tetapi bisa menghayati peristiwa itu dengan baik.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Sosio drama itu ditulis dan diperankan sendiri oleh siswa. Secara detail mereka menulis setiap peristiwa yang terjadi menjelang kemerdekaan. 
  2. Siswa merekam dengan baik penculikan Sukarno Hatta ke Rengasdengkok di Karawang, Jawa Barat sampai peristiwa pengibaran bendera Merah Putih pertama kali oleh Suhud dan Latif.
  3. Sebelum siswa mementaskan drama yang mereka tulis, siswa mengembangkan keterampilan informasi. Mereka menentukan fokus yang akan dicari, menyusun pertanyaan agar informasi yang dicari lengkap, akurat dan mendalam dari info masa lampau.
  4. Siswa menuliskan naskah dan menentukan alur, menyeleksi, menganalisis, mereduksi, mengorganisasi naskah drama sebelum dipentaskan.
  5. Mementaskan sosio drama.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
Siswa mampu menyeleksi, menganalisis, mereduksi, mengorganisasi naskah drama sebelum dipentaskan.
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:
Darmian Samosir, S.Pd, Guru SMPN I Sidikalang, Dairi, Sumut.




Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: