Artikel
Detail Artikel

Pembelajaran Matematika: Menemukan Rumus Segitiga Phytagoras di Ujung Lidi

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00587
  • Views: 4558
  • Last Updated: 30/04/2013 17:12:46





Hasil pembelajaran matematika dengan media lidi sangat menggembirakan. Target  menemukan rumus segitiga phytagoras 80% tercapai.

(Untuk informasi lengkap cara mengaplikasikan pengajaran profesional dan pembelajaran bermakna di SMP/MTs pada kelas awal, silahkan Klik BTL_1, BTL_2BTL_3, BTL_4_MGMP)

Media
Lidi atau potongan bambu (tusuk bakso)
Kertas berpetak
Spidol warna

Pembuatan Media
Potongan lidi yang dibuat sedemikian rupa sehingga mendapatkan jenis panjang tertentu dan dalam kelompok tertentu. Dalam kelompok tertentu tersebut masing-masing panjang potongan berbeda, tetapi panjang potongan kelompok satu dengan yang lainnya bisa saja sama, karena panjang potongan lidi tersebut diciptakan agar didalam menggunakannya bisa menghasilkan lebih dari dua jenis yaitu: (1) segitiga siku-siku, (2) segitiga lancip, (3) segitiga tumpul dan, (4) tiga sisi yang tidak bisa membentuk segitiga.

Lidi dipotong-potong dan masing-masing ujungnya diruncingkan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan yaitu:
a. 3,4,5, dan 6
b. 4, 6 dan 8
c. 4, 5, 10, 12, dan 13

Jumlah potongan dalam satu kelompok disesuaikan dan masing-masing kelompok diberi warna berbeda agar tidak saling tertukar dalam pemakaiannya.


Siswa bekerjasama membuat persegi pada sisi-sisi segitiga. 

Deskripsi Pembelajarannya

Proses pembelajaran dengan menggunakan media yang sangat sederhana ini akan menciptakan pembelajaran yang tak akan membuat seorang siswa pun menganggur, dan diharapkan lebih dari 80% siswa mampu memahami teorema Pythagoras dan menggunakannya dalam memecahkan masalah. Siswa dapat secara nyata melihat dan membuktikan sendiri bahwa tidak semua  tiga ukuran panjang sisi bisa membentuk segitiga. Kalau pemahaman segitiga selama ini adalah bangun datar yang dibentuk atau disusun oleh tiga sisi, hal ini benar tapi masih kurang lengkap. Oleh karena itu, pembelajaran dengan menggunakan potongan lidi ini diharapkan dapat memantapkan pemahaman tentang segitiga menjadi sempurna, yaitu: Segitiga adalah bangun datar yang dibentuk oleh tiga ukuran panjang sisi tertentu yaitu panjang sisi terpanjangnya lebih kecil dari jumlah panjang  kedua sisi yang lainnya.

Matematika adalah pelajaran yang membutuhkan ketelitian dan konsentrasi tinggi, maka dengan pembelajaran yang menggunakan media lidi ini diharapkan bisa mengembangkan ketelitian, konsentrasi, dan kerjasama siswa. Hal ini dapat dilihat ketika mereka menghubungkan ujung-ujung tiap lidi, mengukur sudut, membentuk model dan lainnya sesuai dengan apa yang ingin dicapai dalam pembelajaran itu.

Matematika dianggap pelajaran yang susah, membosankan, dan lambat dipahami oleh kebanyakan siswa. Dengan menggunakan media sederhana ini ternyata bisa mengatasi masalah tersebut. Terbukti ketika hal ini dilaksanakan di MTsN Takalala Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Siswa merasa pembelajaran menyenangkan walau menegangkan. Menyenangkan karena semua terlibat dan mereka merasa seperti bermain. Menegangkan karena mereka terkadang sulit mempertemukan dengan tepat ujung-ujung tiap potongan lidi. Hasil pembelajaran dengan media lidi ini sangat menggembirakan. Target diatas 80% bisa tercapai. 

Sebelum saya menggunakan media lidi ini, materi Teorema Pythagoras saya ajarkan minimal 7 kali pertemuan dan hasilnya kurang memuaskan.  Hal tersebut mungkin karena selama ini saya hanya menjelaskan dengan menggunakan ilustrasi di papan tulis sementara siswa tidak memegang media apa pun. Setelah menggunakan media lidi, materi ini saya ajarkan hanya 4 kali pertemuan masing-masing 2 x 40 menit dengan hasil belajar yang memuaskan.

Deskripsi Penggunaan Media

Pertemuan Pertama
Potongan lidi tersebut dibungkus per anggota kelompok sisi. Kelompok sisi yang dimaksud adalah beberapa potongan lidi dengan panjang tertentu yang berfungsi sebagai posisi panjang sisi tertentu misalnya sisi a, kelompok lain sisi b, dan kelompok lainnya lagi sisi c.

Cara Menggunakannya dalam Pembelajaran

Kerja Perseorangan
Setiap siswa dalam kelompok membuat segitiga sebanyak mungkin dengan cara menghubungkan setiap ujung lidi yang diambil dari masing-masing kelompok panjang sisi (setiap melakukan diambil masing-masing satu potongan tiap kelompok). Ulangi terus hingga memperoleh sebanyak mungkin segitiga dari berbagai jenis dan menemukan sisi-sisi yang tidak bisa membentuk segitiga.

Kerja kelompok
Hasil kerja masing-masing anggota kelompok disatukan. Mereka mengamati hasil tersebut kemudian memilih dan menandai dengan tanda berbeda. Misalnya, kode A untuk segitiga siku-siku, kode B untuk segitiga lancip, kode C untuk segitiga tumpul, dan D untuk sisi-sisi yang tak bisa membentuk segitiga. Segitiga yang ditandai lengkap ditulisi berapa derajat besar masing-masing sudutnya dengan terlebih dulu mengukurnya dengan busur derajat. 

Anggota kelompok menyepakati ukuran segitiga mana yang terbaik dari masing-masing jenis termasuk yang tidak bisa membentuk segitiga. Mereka memilih minimal dua untuk tiap jenis segitiga, termasuk dua untuk yang tidak berbentuk segitiga.

Segitiga terpilih kemudian ditempelkan pada kolom seperti dibawah ini dan dilengkapi dengan ukuran segitiga masing-masing pada kolom yang tersedia, yaitu kolom C, D, dan E. Kolom F diisi pada pertemuan kedua.

Lembar Kerja pertemuan pertama.
Pertanyaan yang dapat diajukan kepada siswa antara lain:

 

  • Apa syarat ukuran potongan lidi agar dapat membentuk segitiga?
    (Kemungkinan jawaban siswa: “Tiga ukuran panjang sisi bisa membentuk segitiga tumpul apabila dua sisi mengapit sudut yang besarnya lebih dari 90 derajat dan sisi yang menghubungkan kedua ujung sisi tersebut berada di depan sudut tersebut dan merupakan sisi terpanjang”)

 

Pertemuan kedua

 

  1. Siswa diminta melengkapi tabel yang diisi pada pertemuan sebelumnya, yaitu mengisi kolom F, dengan terlebih dulu mengamati luas masing-masing persegi yang  dapat dibentuk pada tiap sisi segitiga tersebut. Kemudian siswa diminta mengamati hubungan ketiga luas persegi tersebut.
  2. Dengan rumus Pythagoras di atas, siswa diminta untuk menentukan rumus untuk jenis segitiga yang lain.
  3. Siswa diminta pendapatnya tentang tiga sisi yang tidak bisa membentuk segitiga.
    Siswa membuat sendiri media yang dibutuhkan.
    Semua siswa aktif menggunakan media.

 

 





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
MTsN Takalala Soppeng, Sulawesi Selatan.
Tingkat pendidikan
:
SMP/MTs
Lingkup pendidikan
:
kelas
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  1. Matematika dianggap pelajaran yang susah, membosankan, dan lambat dipahami oleh kebanyakan siswa.
  2. Praktik menemukan rumus phytagoras dengan media lidi ini membuat siswa aktif belajar.
Tujuan praktik yang baik
:

Siswa dapat menemukan rumus phytagoras dengan menyenangkan dan menantang.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

Kerja Perseorangan

  • Setiap siswa dalam kelompok membuat sebanyak mungkin segitiga dari berbagai jenis dan menemukan sisi-sisi yang tidak bisa membentuk segitiga.

Kerja kelompok

  • Hasil kerja masing masing anggota kelompok disatukan. 
  • Siswa mengamati hasil kerja.
  • Siswa  memilih dan menandai dengan tanda berbeda, misalnya, kode A untuk segitiga siku-siku, kode B untuk segitiga lancip, kode C untuk segitiga tumpul, dan D untuk sisi-sisi yang tak bisa membentuk segitiga. 
  • Siswa mengukur derajat besar masing-masing sudut. 
  • Siswa memilih minimal dua untuk tiap jenis segitiga, termasuk dua untuk yang tidak berbentuk segitiga.
  • Siswa menempelkan hasil kerjanya.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Siswa dapat mengembangkan ketelitian, konsentrasi, dan kerjasama siswa.
  • Siswa belajar dalam suasana senang.
  • Hasil belajar siswa 80% tuntas. 
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Guru MTs.N Takalala Soppeng, Sulawesi Selatan.





Artikel Terkait :

Video Pembelajaran Aktif yang Relevan untuk Mengembangkan Kecakapan Hidup Siswa SMP/MTs
Mengukur Ketinggian Benda Nyata dengan Menggunakan Perbandingan Trigonometri
Melaporkan Peristiwa
Pembelajaran Penyajian Data Melalui Flash
Asyiknya.. Bermain Air Sambil Belajar Pembagian Pecahan


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • Yuyun Yuhanifah FKIP Universitas Langlangbuana Bandung

  • sangat menarik, kreatif dan inovatif, saya suka dengan cara yang telah dilakukan seperti yang dipaparkan diatas,, banyak sekali dampak positifnya, sehingga siswa lebih dapat menangkap dan memahami secara terstruktur, dimulai dari objek - objek yang diguna
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: