Artikel
Detail Artikel

Pembiayaan Pendidikan Berbasis Formula di Kabupaten Pandeglang, Banten

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00352
  • Views: 1431
  • Last Updated: 08/05/2013 09:57:26





Uraian di bawah adalah contoh praktik yang baik tentang kebijakan Kabupaten Pandeglang tentang rumusan pemberian dana operasional untuk Madrasah Diniah Awaliyah (MDA).

Dengan konsep penyaluran dana berbasis formula yang adil dan proporsional,  maka total dana untuk MDA yang telah ditetapkan di APBD 2010 sebesar 5 Milyar didistribusikan dalam 2 komponen, yaitu 40% dibagi sama rata untuk semua MDA dan 60% berdasarkan variabel.  Variabel yang digunakan adalah jumlah siswa (40%), jumlah guru (10%), dan jumlah kelas (10%). Dengan rumusan seperti ini kisaran dana yang akan diterima oleh MDA meliputi 5.4 juta terendah, 11.2 juta tertinggi, dengan rata-rata 6.4 juta.  Dibandingkan distribusi sama rata 5.4 juta per MDA per tahun, pembagian seperti ini menjadi lebih proporsional.


Strategi penerapan formula funding  diuraikan sebagai berikut:

  1. Memanfaatkan kegiatan yang sudah ada.  Pada awal inisitif ini dimulai, Tim Verifikasi MDA hanya bertugas mendata ulang dan menertibkan MDA yang ada.  Dengan adanya ide untuk menerapkan pembagian dana ke MDA berbasis formula, tugas Tim Verifikasi di perluas meliputi:
    a. menyusun draf surat keputusan (SK) Bupati untuk merubah SK Bupati yang sudah ada terkait dengan MDA dan pemberian dana operasional ke MDA
    b. menyusun draf sistem pembagian anggaran
    c. menyusun materi dan jadwal sosisalisasi ke MDA
  2. Kerja sama dengan Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (FKMD).  FKMD adalah pihak pertama di luar Pemda yang mendapat sosialisasi tentang formula funding untuk MDA yang dilakukan oleh Tim Verifikasi MDA.  Setelah meyakinkan FKMD,  penyusunan sistem pembagian anggaran berbasis formula ke MDA dibuat bersama-sama antara Tim Verifikasi dengan FKMD.  Kerjasama ini akhirnya memudahkan pada saat menjawab pertanyaan MDA di acara sosialisasi karena usulan-usulan dari MDA telah ditampung melalui FKMD dan tertuang dalam  rumusan yang dibuat bersama.
  3. Proses penetapan dengan SK Bupati.  Hasil verifikasi MDA dan draf SK Bupati yang berisi tentang perubahan SK Bupati lama tentang MDA yang menyangkut pembagian dana operasional MDA diserahkan kepada Bupati untuk ditandatanggani.  Advokasi dilakukan bersama-sama oleh Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten, DPKPA dan FKMD.  Bupati sangat menyetujui draf pembagian dana ke MDA yang baru karena beberapa waktu sebelumnya MDA melakukan protes karena total anggaran untuk MDA tahun 2010 (5 Milyar) turun dari tahun 2009 (5.4 Milyar).  Bupati berpendapat dengan pembagian dana berbasis formula akan lebih mudah menjelaskan kepada MDA karena lebih proporsional.
  4. Tahapan sosialisasi.  Berbekal SK Bupati yang sudah jadi, Tim melakukan sosialisasi tentang rumusan baru pembagian dana ke MDA.


Hasil Praktik yang Baik

  1. Perubahan rumus  pemberian bantuan dana MDA yang semula adil dan merata menjadi adil dan proporsional berdampak pada MDA secara langsung. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja.
  2. Kinerja Kepala MDA dan guru terpacu untuk bersaing lebih ketat guna meningkatkan jumlah siswa dan mutu pembelajaran.
  3. Terjadinya persaingan positif di tingkat MDA untuk mengejar kuantitas dan kualitas pendidikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Pandeglang.
  4. Tidak ada lagi kecemburuan sosial.
  5. Tidak ada lagi muncul MDA-MDA baru




Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Bidang Pendidikan Non-Formal Jl. Jend. Sudirman Komplek Perkantoran Cikupa No. 2 Pandeglang Banten
Provinsi
:
Jawa Barat
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
kabupaten
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Pembiayaan pendidikan melalui konsep adil dan merata seperti diterapkan ternyata tidak meningkatkan motivasi penyelenggara pendidikan MDA untuk bersaing karena dana operasional yang diberikan dari Pemda jumlahnya sama rata, termasuk MDA yang belum ada gedungnya dan yang hanya ada papan nama MDA. 
  • Dampak buruk kemudian adalah munculnya MDA baru sehingga jumlah MDA di tahun awal tahun 2010 (terdaftar 900 MDA) lebih banyak dari pada SD (866 SD).
Tujuan praktik yang baik
:
  • Membantu kabupaten membuat rumusan agar pemberian dana ke MDA lebih adil dan proporsional. 
  • Peningkatan mutu, pencapaian SPM, serta pemerataan pendidikan.
 
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Perluasan tugas Tim Verifikasi Dengan adanya ide untuk menerapkan pembagian dana ke MDA berbasis formula, tugas Tim Verifikasi yang hanya mendata ulang dan mnertibakan MDA yang ada di perluas meliputi:
    a. menyusun draf surat keputusan (SK) Bupati untuk merubah SK Bupati yang sudah ada terkait dengan MDA dan pemberian dana operasional ke MDA
    b. menyusun draf sistem pembagian anggaran
    c. menyusun materi dan jadwal sosisalisasi ke MDA
  2. Kerja sama Tim Verfikasi dengan Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (FKMD). Kerjasama ini memudahkan pada saat menjawab pertanyaan MDA di acara sosialisasi karena usulan-usulan dari MDA telah ditampung melalui FKMD dan tertuang dalam  rumusan yang dibuat bersama.
  3. Proses penetapan dengan SK Bupati.  Advokasi dilakukan bersama-sama oleh Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten, DPKPA dan FKMD.
  4. Tahapan sosialisasi.  Berbekal SK Bupati yang sudah jadi, Tim melakukan sosialisasi tentang rumusan baru pembagian dana ke MDA.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  1. Perubahan rumus  pemberian bantuan dana MDA yang semula adil dan merata menjadi adil dan proporsional berdampak pada MDA secara langsung. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja.
  2. Kinerja Kepala MDA dan guru terpacu untuk bersaing lebih ketat guna meningkatkan jumlah siswa dan mutu pembelajaran.
  3. Terjadinya persaingan positif di tingkat MDA untuk mengejar kuantitas dan kualitas pendidikan, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Pandeglang.
  4. Tidak ada lagi kecemburuan sosial.
  5. Tidak ada lagi muncul MDA-MDA baru
     
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Suparjiyati, S.Pd., M.Si.
Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan TK/SD
Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang
Jl. Jend. Sudirman Komplek Perkantoran Cikupa No. 2 Pandeglang Banten
Telp  Kantor: 0253-201300/201330
 





Artikel Terkait :

Video Model Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Berbagai Sekolah
Senang Belajar di Taman Matematika
Transparasi Jalan, Penggalangan Dana Lancar
Berbagi Pengalaman Praktik yang Baik
Video Bahasa Inggris 4. Which Story


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha: