Artikel
Detail Artikel

Pendekatan Pembelajaran Tematik pada Mata Pelajaran PKn Meningkatkan Minat Belajar Siswa

  • Author: wal mukminin
  • WAPIK Reference Number:
  • Views: 2561
  • Last Updated: 06/05/2013 21:35:03





Kurikulum 2013 ditujukan untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi masa depan. Oleh karena itu kurikulum baru disusun dengan menyempunakan kurikulum lama dengan pendekatan tematik.

Pendekatan ini bertujuan mendorong siswa, agar lebih mampu melakukan PBM, terutama dalam mengobservasi, bertanya, berdiskusi, bernalar, dan mempresentasikan apa yang mereka peroleh atau pelajari selama proses PBM berlangsung. Melalui pendekatan itu diharapkan siswa  memiliki pengetahuan, kompetensi sikap, serta ketrampilan yang jauh lebih baik. Diharapkan siswa akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Siswa diarahkan untuk mampu mengeksplorasi dirinya sendiri menuju arah perkembangan, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan hidup di jamannya, serta memasuki masa depan yang lebih baik dan semakin mencintai negaranya.

Dalam pembelajaran tematik integratif, tema dibuat sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan  Kompetensi Dasar( KD) pada mata pelajaran PPKn. Dari sudut pandang psikologis, siswa di SMA sudah  mampu berpikir abstrak untuk memahami konten dari KD mata pelajaran PPKn. Pendekatan ini sangat memudahkan guru  dan memotivasi siswa untuk belajar PPKn. Sehingga pendekatan pembelajaran tematik ini dipandang sebagai penyempurnaan kurikulum sebelumnya dan dapat meningkatkan minat belajar siswa.

Permasalahan yang sering dihadapi oleh banyak guru PPKn adalah kurang semangatnya siswa  belajar PKn. Pembelajaran yang membosankan itu dirasakan sewaktu guru mengajar di kelas. Jika ditanya dan ditelusuri, maka banyaknya  mata pelajaran, metodenya monoton dan tak menarik, bahkan ada yang merasa kurang penting karena tidak di UN kan, adalah jawaban yang didapat.

Sebagai Guru PKn hal ini menjadi tantangan dan pemikiran untuk mencari solusinya. Adapun solusinya adalah  cara belajar berdasarkan tematik. Yaitu, siswa mendiskusikan hasil kerjanya berupa makalah  yang dibuatnya  dengan cara mempresentasikannya di depan kelompok teman lainnya. Guru hanya berperan sebagai pengarah dan memotivasi serta menambahkan dan meluruskan jika ada yang perlu dibetulkan sekaligus memberi penilaian.


Presentasi yang dilakukan siswa di depan kelas.

Tujuan cara pembelajaran ini agar siswa merasa senang belajar, bisa berpendapat dan mengeluarkan idenya, tidak membosankan, dan disamping itu siswa juga menjadi trampil berdiskusi, berbicara secara formal dan mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Untuk melaksanakan metode tematik kita memerlukan beberapa langkah agar siswa dapat berdiskusi dan belajar dengan baik sesuai tujuan pembelajaran.

  1. Membuat makalah sesuai tema: Mata pelajaran dan nama sekolah.
  2. Siswa dibagi 6 kelompok masing masing kelompok 6 siswa.
  3. Setiap kelompok memilih seorang Moderator Pemakalah, Notulen dan anggota.
  4. Siswa diberi arahan panduan membuat makalah dan power point sesuai tema dari KD dengan sumber buku pegangan dan internet. Kemudian memberikan makalahnya kepada 5 kelompok lainnya.
  5. Guru membuat daftar isian penilaian dan langsung diisi dengan kriteria penilaian: Moderator tanda Bintang (*), pemakalah tanda Plus(+), notulen tanda Plus (+), yang menjawab pertanyaan dan bertanya tanda titik(.) dan membuat kontrak belajar dengan siswa.
  6. Guru ikut mengontrol dan menambahkan serta meluruskan jika terjadi kesalahpahaman konsep dan bahasa dalam berdiskusi.
  7. Salah satu kelompok tampil dan kelompok lainnya menjadi penyanggah.
  8. Setiap anggota kelompok secara bergiliran mewakili kelompoknya bertanya/ menyangah hasil presentasi kelompok penyaji sehinga semua siswa dipastikan mendapat peran seperti menjadi moderator, penyaji, notulen, penanya dan penjawab pertanyaan.
  9. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan hasil diskusi serta membuat kesimpulan.

Dengan menerapkan metode tematik melalui diskusi kelompok ini siswa dapat mengeluarkan ide-ide/ pendapatnya secara bebas dengan etika diskusi yang baik dalam bahasa formal. Semua siswa menjadi kreatif, inovatif , percaya diri dan merasa dihargai guru dan temannya. Siswa mendapat peran dan nilai yang baik sehingga pembelajaran jadi menyenangkan dan hasilnya memuaskan bagi siswa dan guru. Selain itu, yang terpenting, membuat mata pelajaran PPKn semakin diminati siswa.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
SMA Negeri 3 Padang
Tingkat pendidikan
:
SMA/MA
Lingkup pendidikan
:
sekolah
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  • Siswa merasa kurang semangat belajar PKn.
  • Siswa merasa tidak penting belajar PKn.
  • Pembelajaran di kelas sangat membosankan sehingga perlu inovasi pembelajaran melalui cara lain.
  • Cara berdiskusi terkontrol tercatat dapat meningkatkan semangat belajar siswa.
  • Menjembatani siswa yang kurang semangat untuk bisa membuat makalah berkelompok, mempresentasikan makalahnya, serta tanya jawab bernilai langsung.
  • Guru berperan meluruskan dan menambahkan serta memotivasi siswa melalui diskusi.
  • Meningkatan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
Tujuan praktik yang baik
:

Menjadikan pembelajaran lebih bersemangat dan berguna.

Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Membuat makalah sesuai tema: Mata pelajaran dan nama sekolah.
  2. Siswa dibagi 6 kelompok masing masing kelompok 6 siswa. 
  3. Setiap kelompok memilih seorang Moderator, Pemakalah, Notulen dan anggota.
  4. Siswa diberi arahan panduan membuat makalah sesuai tema dari KD dengan sumber Buku pegangan dan internet .
  5. Guru membuat daftar isian penilaian dan langsung diisi dengan kriteria penilaian: Moderator tanda Bintang (*), Pemakalah tanda Plus(+), Notulen tanda Plus (+), yang menjawab pertanyaan dan bertanya tanda titik (.).
  6. Guru ikut mengontrol dan menambahkan serta meluruskan jika terjadi kesalahpahaman konsep dan bahasa dalam berdiskusi.
  7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dan  menyimpukan diskusi dari  materi yang didiskusikan.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  • Siswa bersemangat belajar PKn.
  • Siswa termotivasi dalam pelaksanaan KBM.
  • Peningkatan hasil belajar.
  • Siswa semakin trampil berbicara dan berdiskusi secara proporsional serta percaya diri.
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:

Penulis: Walmukminin M.Pd.
Guru SMA negeri 3 Padang.
HP. 0852 63 68 08 63,





Artikel Terkait :

Saya Senang Belajar karena Guruku Ramah dan Murah Senyum
Belajar Norma di Luar Kelas
Madrasahku PAKEM Lho!
Senang dengan PAKEM dalam Gambar
Belanja Pengetahuan di Pasar PIPS


Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar