Artikel
Detail Artikel

Strategi Pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01010
  • Views: 1852
  • Last Updated: 07/06/2012 05:35:35





Masyarakat banyak yang belum memahami pentingnya pendidikan sejak dini. Akibatnya angka putus sekolah dan siswa yang mengulang kelas pada tingkat SD/MI tinggi. Namun di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur masalah tersebut sekarang sudah dapat diatasi. Caranya?

 


Menteri Pendidikan Prof. Dr. M. Nuh mendeklarasikan Bondowoso sebagai Kabupaten PAUD.
        
Kunjungan DR. Harun, M.Si., MM. Kadin Dikbud Jatim ke salah satu PAUD di Bondowoso.

Beragam permasalahan muncul dalam penyelenggaraan program PAUD holistik integratif. Rendahnya angka partisipasi anak usia dini, tingginya angka putus sekolah (Drop Out) pada tingkat SD/MI dan mengulang kelas, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sejak dini, dan belum terjalinnya kerjasama antar SKPD secara holistik integratif serta belum tersedianya layanan PAUD hingga dusun terpencil, adalah masalah-masalah serius yang harus segera ditanggulangi.

Ada beberapa strategi yang dilaksanakan dalam menanggulangi permasalahan tersebut, antara lain:

  1. Sosialisasi perluasan akses Layanan Pendidikan Anak Usia Dini secara menyeluruh dan terpadu. Kegiatan tersebut dilaksanakan agar masyarakat memahami pentingnya pendidikan sejak dini.
  2. Memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat sebagi tempat pembelajaran. Misalnya, Pondok Pesantren dan rumah penduduk.
  3. Bersinergi dengan instansi terkait dalam rangka memberikan layanan PAUD secara holistik dan integratif, sesuai dengan bidang tugas masing-masing dinas/instansi, antara lain:
    a.  Dinkes : Posyandu, Pemberian Vitamin, PMT, Pembinaan Kader.
    b.  PPKB : BKB, Forum Bunda, Pemberian APE, Panggung Boneka.
    c.  Bappemas : Pembangunan Gedung PAUD melalui PNPM Mandiri, Plestirisasi.
    d.  Dispendukcapil : Akte Kelahiran Massal Gratis.
    e.  Dinsos : PKH untuk Wali Murid PAUD.
    f.  Dishutbun : Bantuan Bibit Tanaman untuk lembaga PAUD.
    g.  Pemkab (DPPKA) : BKK untuk PAUD.
    h.  Bag. Pemerintahan : ADD untuk PAUD.
    i.  Humas : Sosialisasi / Diseminasi Informasi / Interaktif Radio.
    j.  Peningkatan kualitas pendidik, penguatan kelembagaan, pembinaan rutin ke lembaga.
    k.  TP. PKK: Sosialisasi PAUD.
    l.  Program PPAUD\: Pembentukan lembaga PAUD di 120 dusun terpencil dan penyediaan sarana pra-sarana PAUD.
  4. Pembentukan Tim Koordinasi Kabupaten Program Pendidikan Anak Usia Dini, yang beranggotakan seluruh dinas/instansi terkait dengan kegiatan mengadakan evaluasi pelaksanaan kegiatan program Pendidikan Anak Usia Dini.

Dalam waktu beberapa tahun setelah program PAUD dilaksanakan sangat dirasakan hasilnya oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso, terutama Angka Partisipasi Kasar (APK) nya, seperti tampak pada gambar tabel berikut:

Tabel Peningkatan APK PAUD s/d tahun 2011

Tingginya komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memenuhi nota kesepakatan yang telah di tanda tangani baik dari sisi penyediaan dana maupun kebijakan-kebijakan lainnya membuat program PAUD bisa berjalan sesuai harapan. Program pendidikan, kesehatan, gizi, pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0 – 6 tahun bisa terfasilitasi di Program PAUD. Sehingga harapan untuk menurunkan angka mengulang kelas dan putus sekolah di tingkat SD/MI bisa tercapai.

Bupati Bondowoso Drs. H. Amin Said Husni (kedua dari kiri) menerima penghargaan Pengelola PAUD Terbaik II Na Nasional.

Disamping itu, keberhasilan program pendidikan Anak Usia Dini di kebupaten Bondowoso juga ditandai dengan deklarasi Menteri Pendidikan Nasional yang menetapkan Bondowoso sebagai kabupaten PAUD dan juga pemberian penghargaan Pengelola PAUD Terbaik II Nasional kepada Bupati Bondowoso.




Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur
Tingkat pendidikan
:
SD/MI
Lingkup pendidikan
:
kabupaten
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
  1. Rendahnya Angka Partisipasi Anak Usia Dini.
  2. Tingginya angka putus sekolah dan angka mengulang kelas tingkat SD/MI.
  3. Rendahnya pemahaman tentang pentingnya pendidikan sejak dini.
  4. Belum terjalinnya kerjasama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara holistik integratif.
  5. Belum tersedianya layanan PAUD di dusun terpencil.
Tujuan praktik yang baik
:
  1. Meningkatkan APK PAUD.
  2. Mengurangi angka putus sekolah dan angka mengulang kelas tingkat SD/MI.
  3. Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sejak dini.
  4. Terjalinnya kerjasama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rangka memberikan layanan anak 0-6 tahun secara holistik integratif.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:
  1. Mengajak seluruh elemen masyarakat dan memanfaatkan potensi masyarakat untuk kepentingan penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini.
  2. Membentuk Tim Koordinasi yang anggotanya terdiri dari seluruh SKPD terkait dalam rangka layanan PAUD holistik integratif.
Hasil, dampak atau perubahan dari praktik yang baik
:
  1. Lembaga PAUD terselenggara di setiap desa / dusun terpencil.
  2. Semua Dinas ikut bersama – sama dalam pembinaan dan layanan Anak Usia Dini sesuai Tupoksi Dinas masing - masing.
  3. Angka Partisipasi Anak Usia Dini meningkat melebihi target Renstra Dinas Pendidikan.
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:
Penulis:
Juharyanto, Drs. Lis Supriyanto, MM.Pd., Dra. Murni, M.Si.
Email:
juharyanto@gmail.com / 081336599103
supriyantolis@yahoo.com / 08123281253
ppaud_pls_bondowoso@yahoo.co.ic /081358655050

Pelaku:
Bupati, Ketua DPRD, Jajaran Dinas Pendidikan, dan SKPD terkait, Forum PAUD, TP. PKK.




Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar