Artikel
Detail Artikel

Transformasi di TK Aisyiah

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-00693
  • Views: 1101
  • Last Updated: 25/04/2012 04:09:35





“Saat saya datang ke TK ini sebagai kepala sekolah baru bulan September 2007, saya sangat terkejut karena sekolah ini seperti sekolah kosong dan ditinggalkan. Siswanya sangat sedikit dan duduk di kelas yang diatur seperti SD konvensional,” kata Ibu Nurhayati, Kepala Sekolah TK Aisyiah, Sidrap, Sulawesi Selatan. Saat itu para guru juga tidak menciptakan kegiatan yang menarik bagi siswa. Mereka hanya berdiri di depan kelas seperti memberi ceramah kepada anak-anak usia 4-6 tahun itu. Tak ada manajemen kelas. Sehingga tak jarang terlihat anak-anak berlarian kesana-kemari, mengganggu guru dan teman-temannya.

Ibu Nurhayati ingin membuat perubahan. Setahun setelah ia bertugas, program IAI (Instruksi Audio Interaktif) DBE 2 ditawarkan. Program ini menggunakan  metodologi pembelajaran berbasis audio yang membuat siswa tertarik pada kegiatan di kelas. Program ini dikembangkan dengan kerjasama Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemdikbud. Setelah mengikuti program ini, kemampuan bahasa para siswa pun meningkat. “Sekarang sebagian besar anak-anak berbahasa Indonesia, bukan bahasa Bugis yang menjadi bahasa ibu mereka,” jelas Ibu Nurhayati.

Para guru dan siswa di TK Aisyiah terlibat dalam pembelajaran berbasis audio ini yang semuanya dikembangkan berdasarkan Kurikulum. Para guru menerapkan program IAI paling tidak 3 kali seminggu. Sekarang Ibu Nurhayati bisa datang ke kelas dan mengobservasi siswa yang menyanyi, menari, dan terlibat dalam permainan edukatif. Dengan mendengarkan dan merespon instruksi dan pertanyaan dari tokoh-tokoh yang ada di audio (CD), siswa TK Aisyiah mengembangkan keterampilan mendengarkan, pemahaman, dan verbal mereka.

“Sekarang TK Aisyiah terkenal sebagai TK yang bagus karena guTK Aisyiah, Sidrap, Sulawesi Selatan.ru-guru mengaplikasikan metode pembelajaran yang berbeda dari TK-TK lain di lingkungan kami,” kata Ibu Nurhayati. Para guru dan anggota masyarakat pun sependapat dengan kepala sekolah ini. “Akhirnya setelah 22 tahun, Aisyiah berfungsi seperti TK yang sesungguhnya,” lanjut Ibu Nurhayati sambil tersenyum bangga. Perubahan ini tercermin dari jumlah siswa di TK itu yang meningkat dua kali lipat dan kehadiran siswa yang juga meningkat 20 persen dalam kurun waktu 2 tahun.





Lokasi/alamat pelaksanaan praktik yang baik
:
TK Aisyiah, Sidrap, Sulawesi Selatan.
Lingkup pendidikan
:
sekolah
Masalah/Latar belakang – Mengapa praktik yang baik ini dianggap penting? Praktik ini dilaksanakan untuk mengatasi masalah apa?
:
IAI yang berbasis pada Audio CD, poster-poster dan alat peraga lain dalam satu paket memberikan strategi yang menarik bagi siswa-siswi TK untuk belajar dan bermain. Strategi pembelajaran ini dapat memberikan nilai lebih terutama bagi TK yang bersumber daya rendah dan ingin meningkatkan angka partisipasi.
Tujuan praktik yang baik
:
Berbagi tentang keberhasilan IAI untuk TK dan PAUD.
Penjelasan: strategi, proses/langkah kegiatan/sumber atau materi yang dibutuhkan
:

Paket ini terdiri dari 4 unit berdasarkan area tema isi materi:

  • Unit 1: Diri sendiri
  • Unit 2: Keluarga dan Lingkunganku
  • Unit 3: Sekolahku
  • Unit 4: Tumbuhan dan Hewan
Informasi pelaku dan/kontributor – nama dan alamat
:
DBE 2 USAID.




Kirim Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Captcha:


  • List Komentar

  • badruli martati

  • jasa ibu luar biasa. smg bekah. amin
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha:
  • atika aminingsih

  • Saya pingin seperti itu Nuthsysti menerapkan IAI di TK Islam Amanah Kel. Gandasuli Kabupaten Brebes tempat saya bertugas. Bagaimana cara untuk mendapatkan IAI ?
    Beri TanggapanBatal Beri Tanggapan
    Nama:
    Email:
    Komentar:
    Captcha: