Detail Artikel Trims

Implementasi TRIMS dengan Metode Gugus

  • Author: Super Admin
  • WAPIK Reference Number: AA-01118
  • Views: 1386
  • Last Updated: 06/08/2012 11:21:51


Pelatihan TRIMS dapat dilaksanakan dengan mekanisme yang lebih mandiri, terdesentralisasi, partisipatif dan tidak hanya mengandalkan Dinas Pendidikan. Hal itu sudah terbukti di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. 


Pelatihan EMIS TRIMS dengan Metode Gugus di Kulon Progo

Pengembangan EMIS dengan TRIMS (Tools for Reporting and Information Management by Schools) atau Aplikasi Pelaporan dan Manajemen Informasi Sekolah di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terbilang inovatif sebab menggunakan metode cluster atau gugus. Melalui metode ini, Dinas Pendidikan tidak harus melakukan pelatihan TRIMS kepada seluruh sekolah secara langsung dan bersamaan. Metode ini sangat baik karena efisien dalam hal waktu dan biaya. Dinas Pendidikan hanya perlu melatih perwakilan gugus. Dengan metode gugus, pelatihan TRIMS dilaksanakan dengan mekanisme yang lebih mandiri, terdesentralisasi, partisipatif dan tidak hanya mengandalkan Dinas Pendidikan. Model ini dinilai cukup berhasil dan bisa diterapkan untuk kabupaten/kota lain yang jumlah sekolahnya banyak dan daerahnya luas.

Implementasi TRIMS di Kulon Progo diawali dengan kegiatan Pertemuan Stakeholder Pendidikan dan Training of Trainers (ToT) atau Pelatihan untuk Pelatih TRIMS yang dilaksanakan pada 21-24 Oktober 2011. Kemudian, dilanjutkan dengan Pelatihan TRIMS untuk Sekolah Inti sebanyak 60 sekolah inti SD/MI dan seluruh SMP/MTs atau sebanyak 75 sekolah.  Setelah itu, sekolah inti yang sudah mengikuti pelatihan TRIMS berkewajiban untuk melatihkan TRIMS pada semua sekolah imbas dalam gugusnya. Rangkaian pelatihan sekolah inti dan pelatihan terhadap sekolah imbas di masing-masing gugus dilaksanakan pada 24 Oktober-17 November 2011.

Pelatihan di gugus ini tidak harus bersifat “resmi” namun bisa “menumpang” dalam forum-forum yang sudah ada misalnya pada waktu pertemuan MKKS. Melalui pelatihan dengan metode ini, telah berhasil dikumpulkan data TRIMS dari 480 sekolah di Kabupaten Kulon Progo.  Setelah data TRIMS sekolah terkumpul, dilakukan agregasi ke dalam TRIMS Kabupaten/Kota atau TRIMS-K. Dari hasil keluaran TRIMS ini, Kulon Progo akan memanfaatkan, salah satunya, untuk publikasi dalam bentuk Booklet Pendidikan Kulon Progo.

Pelatihan TRIMS, selain diberikan kepada sekolah gugus, juga diberikan kepada para petugas UPTD di Kulon Progo. Peran mereka tidak secara khusus melakukan pelatihan kepada sekolah imbas, tetapi mereka bisa menjadi narasumber atau problem solver bila sekolah mengalami kesulitan dalam menginput data.

Kulon Progo juga sudah mempunyai SOP Pendataan dengan menggunakan EMIS TRIMS yang disusun pada tanggal 20-22 Desember 2011. SOP ini juga memperkuat sistem gugus untuk mendukung implementasi EMIS melalui TRIMS.  Terkait peran gugus, di dalam SOP disebutkan bahwa sekolah dapat membentuk operator bersama di tingkat gugus yang berkedudukan di sekolah inti. Operator bersama bertugas untuk melakukan input data TRIMS dari sekolah‐sekolah yang memiliki keterbatasan dalam hal SDM dan TIK.


Proses Penguatan EMIS TRIMS dengan Metode Gugus